Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan pergantian direksi baru di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi momentum penting untuk melakukan transformasi menyeluruh tata kelola dan pelayanan jaminan kesehatan nasional.
"Tentu ini semangat baru. Ini mumpung baru, kita set up lagi baru supaya tidak terulang lagi peristiwa yang pernah terjadi," kata Menko Muhaimin Iskandar di Jakarta, Senin.
Menurut dia, dinamika yang sempat merisaukan beberapa waktu terakhir telah berhasil diatasi secara internal dan kini saatnya menjadikan kepemimpinan baru sebagai titik awal pembenahan struktural.
Ia menekankan bahwa kunci utama penyehatan BPJS Kesehatan terletak pada politik anggaran yang tepat.
Baca juga: Pimpinan baru BPJS Kesehatan-BPJS TK diminta tingkatkan mutu pelayanan
Ia mendukung pembenahan kebijakan anggaran yang dimulai dari ketepatan subsidi Penerima Bantuan Iuran (PBI), akurasi data, serta pilihan program yang efektif dan berkelanjutan.
"Mari kita transform BPJS Kesehatan ini lebih maju lagi di tahun-tahun ini. Enggak ada defisit-defisit lagi kebanyakan tantangan kita dan mulai yang pertama, politik anggaran kita benahi. Kebijakan anggaran yang tepat, mulai dari PBI dengan subsidi dan data yang akurat. Lalu dimulai dengan pilihan-pilihan program yang tepat, diikuti dengan partisipasi, keterlibatan," ujar Muhaimin Iskandar.
Ia juga menekankan bahwa BPJS Kesehatan adalah pola kerja gotong royong raksasa yang berbasis konstitusi, sejalan dengan amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 tentang Sistem Ekonomi dan Jaminan Sosial bagi Seluruh Rakyat.
Semangat gotong royong ini, menurut dia, harus terus diperkuat melalui partisipasi semua pihak dan penguatan rasa kepemilikan publik.
Dalam konteks transformasi, Muhaimin Iskandar menyoroti pentingnya pemutakhiran data sebagai agenda paling mendesak. Keterbukaan dan integrasi data antarinstansi dinilai menjadi fondasi utama untuk memperbaiki komunikasi publik dan memastikan kebijakan berbasis fakta.
Baca juga: Menko PM minta Direksi BPJS pastikan anggaran tepat sasaran
"Tentu ini semangat baru. Ini mumpung baru, kita set up lagi baru supaya tidak terulang lagi peristiwa yang pernah terjadi," kata Menko Muhaimin Iskandar di Jakarta, Senin.
Menurut dia, dinamika yang sempat merisaukan beberapa waktu terakhir telah berhasil diatasi secara internal dan kini saatnya menjadikan kepemimpinan baru sebagai titik awal pembenahan struktural.
Ia menekankan bahwa kunci utama penyehatan BPJS Kesehatan terletak pada politik anggaran yang tepat.
Baca juga: Pimpinan baru BPJS Kesehatan-BPJS TK diminta tingkatkan mutu pelayanan
Ia mendukung pembenahan kebijakan anggaran yang dimulai dari ketepatan subsidi Penerima Bantuan Iuran (PBI), akurasi data, serta pilihan program yang efektif dan berkelanjutan.
"Mari kita transform BPJS Kesehatan ini lebih maju lagi di tahun-tahun ini. Enggak ada defisit-defisit lagi kebanyakan tantangan kita dan mulai yang pertama, politik anggaran kita benahi. Kebijakan anggaran yang tepat, mulai dari PBI dengan subsidi dan data yang akurat. Lalu dimulai dengan pilihan-pilihan program yang tepat, diikuti dengan partisipasi, keterlibatan," ujar Muhaimin Iskandar.
Ia juga menekankan bahwa BPJS Kesehatan adalah pola kerja gotong royong raksasa yang berbasis konstitusi, sejalan dengan amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 tentang Sistem Ekonomi dan Jaminan Sosial bagi Seluruh Rakyat.
Semangat gotong royong ini, menurut dia, harus terus diperkuat melalui partisipasi semua pihak dan penguatan rasa kepemilikan publik.
Dalam konteks transformasi, Muhaimin Iskandar menyoroti pentingnya pemutakhiran data sebagai agenda paling mendesak. Keterbukaan dan integrasi data antarinstansi dinilai menjadi fondasi utama untuk memperbaiki komunikasi publik dan memastikan kebijakan berbasis fakta.
Baca juga: Menko PM minta Direksi BPJS pastikan anggaran tepat sasaran





