Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog merencanakan pembangunan gudang seluas sekitar 2–3 hektare (ha) di Arab Saudi untuk memperkuat rantai pasok pangan Indonesia bagi kebutuhan haji, umrah, dan pasar komersial setempat.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan perusahaannya telah melakukan survei lokasi di kawasan Kampung Haji dan memperoleh dukungan awal terkait penyediaan lahan.
“Kami sudah survei dan disiapkan lahan sekitar 2 sampai 3 hektare di kawasan Kampung Haji,” kata Ahmad usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin.
Ia menyebut gudang tersebut direncanakan memiliki kapasitas awal minimal 1.000 ton per unit dan dapat dikembangkan bertahap sesuai kebutuhan distribusi.
Menurut Ahmad, lokasi gudang berada di kawasan berikat sehingga komoditas yang masuk tidak dikenakan pajak hingga titik distribusi tertentu di wilayah tersebut.
“Di tanah Kampung Haji itu nanti menjadi kawasan berikat,” ujar dia.
Lebih lanjut, Bulog menargetkan realisasi pembangunan dapat dilakukan secepatnya, meskipun saat ini proses di lapangan masih menunggu tahap persiapan lahan atau land clearing.
Ia menilai keberadaan gudang di Arab Saudi akan meningkatkan efisiensi logistik, menjaga mutu beras selama penyimpanan, serta memastikan kesinambungan pasokan bagi jemaah Indonesia dan pasar ritel di negara tersebut.
“Untuk target, lebih cepat lebih bagus, as soon as possible,” kata Ahmad.
Rencana pembangunan gudang itu menjadi bagian dari strategi jangka menengah Bulog dalam memperluas peran Indonesia pada rantai pasok pangan internasional.
Bulog akan mengekspor beras untuk keperluan haji Indonesia sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi dalam dua gelombang, yakni 28 Februari dan 4 Maret 2026 sebagai ekspor perdana beras nasional untuk kebutuhan jemaah haji.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan perusahaannya telah melakukan survei lokasi di kawasan Kampung Haji dan memperoleh dukungan awal terkait penyediaan lahan.
“Kami sudah survei dan disiapkan lahan sekitar 2 sampai 3 hektare di kawasan Kampung Haji,” kata Ahmad usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin.
Ia menyebut gudang tersebut direncanakan memiliki kapasitas awal minimal 1.000 ton per unit dan dapat dikembangkan bertahap sesuai kebutuhan distribusi.
Menurut Ahmad, lokasi gudang berada di kawasan berikat sehingga komoditas yang masuk tidak dikenakan pajak hingga titik distribusi tertentu di wilayah tersebut.
“Di tanah Kampung Haji itu nanti menjadi kawasan berikat,” ujar dia.
Lebih lanjut, Bulog menargetkan realisasi pembangunan dapat dilakukan secepatnya, meskipun saat ini proses di lapangan masih menunggu tahap persiapan lahan atau land clearing.
Ia menilai keberadaan gudang di Arab Saudi akan meningkatkan efisiensi logistik, menjaga mutu beras selama penyimpanan, serta memastikan kesinambungan pasokan bagi jemaah Indonesia dan pasar ritel di negara tersebut.
“Untuk target, lebih cepat lebih bagus, as soon as possible,” kata Ahmad.
Rencana pembangunan gudang itu menjadi bagian dari strategi jangka menengah Bulog dalam memperluas peran Indonesia pada rantai pasok pangan internasional.
Bulog akan mengekspor beras untuk keperluan haji Indonesia sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi dalam dua gelombang, yakni 28 Februari dan 4 Maret 2026 sebagai ekspor perdana beras nasional untuk kebutuhan jemaah haji.





