Badai Salju Lumpuhkan Pesisir Timur AS, 54 Juta Warga Terancam, New York "Lockdown" Total

mediaindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita

WILAYAH Timur Laut Amerika Serikat tengah bersiap menghadapi salah satu badai musim dingin paling dahsyat dalam hampir satu dekade terakhir. Sebanyak 54 juta orang kini berada di bawah peringatan cuaca ekstrem, sementara kota-kota besar termasuk New York City mulai memberlakukan pembatasan perjalanan total guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

Badai berjenis nor'easter ini diprediksi akan membawa kombinasi mematikan berupa salju lebat, angin kencang, dan banjir pesisir mulai Minggu malam hingga Senin. Kondisi ini memaksa para gubernur di negara bagian Connecticut, Delaware, New Jersey, Rhode Island, hingga New York mengumumkan status darurat.

New York City dalam Status Waspada Tinggi

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, secara resmi mengumumkan larangan perjalanan total mulai Minggu pukul 21.00 hingga Senin pukul 12.00 waktu setempat. Seluruh sekolah diliburkan, sementara jalan raya, jembatan, dan terowongan ditutup bagi lalu lintas non-darurat.

Baca juga : Badai Musim Dingin Terjang AS, 30 Orang Tewas

Mamdani memperingatkan bahwa curah salju paling parah akan terjadi semalam suntuk dengan ketebalan mencapai 28 inci (sekitar 71 cm) di area tertentu.

"Ini akan menjadi sesuatu yang belum pernah kita lihat selama bertahun-tahun," ujar Gubernur New York, Kathy Hochul, saat mengaktifkan 100 anggota Garda Nasional. "Masyarakat akan berada dalam kegelapan (akibat pemadaman listrik). Long Island, New York City, dan Hudson hilir secara harfiah berada di mata badai ini."

Dampak Regional dan Kelumpuhan Transportasi

Keganasan badai ini juga dirasakan di negara bagian tetangga. Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, menyatakan status darurat dan menghentikan seluruh layanan transit mulai Minggu sore. Ia menyebut fenomena ini sebagai "badai terburuk yang pernah kita lihat sejak 1996."

Baca juga : Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 21 - 23 Februari 2026 : BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Daerah Ini

Di Connecticut, Gubernur Ned Lamont menandatangani perintah darurat yang melarang kendaraan komersial melintasi jalan raya negara bagian. Sementara itu, di sektor penerbangan, situs FlightAware mencatat lebih dari 3.500 penerbangan AS telah dibatalkan pada hari Minggu, dengan ratusan lainnya mengalami penundaan.

Cody Snell, meteorolog dari National Weather Service (NWS), menjelaskan bahwa meskipun badai nor'easter sering terjadi, skala dan intensitas kali ini sangat luar biasa untuk wilayah padat penduduk.

"Sudah beberapa tahun sejak kita melihat badai sebesar ini di wilayah yang sangat luas di bagian negara yang sangat padat ini," ungkap Snell.

Ancaman Meluas hingga Kanada

Selain Amerika Serikat, wilayah Maritim Kanada juga bersiap menghadapi hantaman badai. Pesisir timur Nova Scotia diprediksi akan menjadi wilayah yang terdampak paling parah, dengan peringatan cuaca oranye yang berlaku mulai Senin pagi hingga Selasa dini hari.

Para pejabat di seluruh wilayah terdampak terus mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah, menghindari perjalanan yang tidak perlu, dan menyiapkan persediaan darurat karena potensi pemadaman listrik akibat pohon tumbang dan angin kencang yang mencapai 70 mph. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menag Ungkap Alasan Gunakan Jet Pribadi saat Kunjungan ke Sulsel
• 54 menit lalurctiplus.com
thumb
Trailer Toy Story 5 Resmi Rilis, Woody dan Buzz Hadapi Ancaman Mainan Digital
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Purbaya Minta Penerima LPDP yang Hina RI Kembalikan Dana Beasiswa & Bunganya
• 19 menit lalukumparan.com
thumb
Astra Agro Lestari (AALI) Raup Laba Bersih Rp1,47 Triliun sepanjang 2025
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Tiga THM di Palangka Raya Disanksi Saat Razia Ramadan
• 2 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.