Bisnis.com, JAKARTA - Arab Saudi telah mengeluarkan pedoman komprehensif terbaru untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran pergerakan para jamaah Umrah selama Ramadan 1447 Hijriah, seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung di Masjidil Haram di Mekah.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari rencana operasional untuk mengatur kerumunan, meningkatkan kesiapan menghadapi keadaan darurat, dan memastikan para jemaah melaksanakan ritual dalam lingkungan yang tenang dan terorganisir.
• Mengelola Puncak Keramaian
Ramadan menarik jutaan jemaah, terutama selama sepuluh malam terakhir. Pihak berwenang memperingatkan bahwa area pusat di sekitar Masjidil Haram mengalami kepadatan yang tinggi sebelum dan sesudah waktu salat.
Para jemaah diimbau untuk mengikuti instruksi petugas keamanan, rambu-rambu, dan jalur pejalan kaki yang telah ditentukan, menjaga ketenangan dan menghormati arus pergerakan.
• Digitalisasi dan langkah-langkah transportasi
Baca Juga
- RI Bakal Ekspor Ikan Patin Buat Menu Jemaah Haji dan Umrah
- Rekor Umrah Terbanyak Tembus 11,7 Juta Jemaah
- Cegah Virus Nipah, BBKK Surabaya Pantau Intensif Jemaah Umrah dan Wisatawan Asing
Pintu masuk masjid kini dilengkapi indikator digital yang akan memandu jemaah ke area salat yang tersedia. Indikator lampu hijau untuk akses terbuka, merah untuk kapasitas penuh. Pengunjung diimbau untuk menggunakan transportasi umum, termasuk bus, taksi, dan kereta api cepat Haramain, sementara kendaraan pribadi menghadapi pembatasan di zona pusat selama jam sibuk. Layanan antar-jemput dan area parkir khusus disediakan di pinggiran kota.
• Keamanan di zona pusat
Sepeda motor, sepeda, dan kendaraan tidak berizin dilarang memasuki area pejalan kaki di pusat kota. Jemaah haji hendaknya menghindari berkumpul di pintu masuk, koridor, dan pintu keluar darurat, serta segera meninggalkan tempat setelah selesai salat agar orang lain dapat bergerak dengan lancar.
• Pengaturan Khusus untuk Kelompok Rentan
Para jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas akan memiliki area salat khusus, jalur prioritas, dan kereta listrik untuk memudahkan pergerakan dan Tawaf. Keluarga juga disarankan untuk menghindari membawa anak-anak ke zona yang sangat ramai, terutama selama waktu salat puncak.
• Kesehatan, Kesejahteraan, dan Keselamatan Kebakaran
Pihak berwenang mendesak para jemaah untuk tetap terhidrasi, beristirahat secukupnya, menghindari paparan panas, dan mencari pertolongan medis jika diperlukan. Pengunjung harus membiasakan diri dengan pintu keluar darurat di akomodasi, menghindari penggunaan stopkontak yang berlebihan, dan menjaga agar peralatan keselamatan kebakaran mudah diakses.
• Keamanan dan Perilaku Terlarang
Para jemaah juga harus menjaga barang-barang pribadi, mendapatkan izin Umrah resmi secara digital, dan mematuhi sistem penjadwalan untuk mengurangi kepadatan. Tindakan terlarang termasuk membawa senjata, merokok, mengemis, berjualan tanpa izin, menghalangi pergerakan, atau memasuki area pemeliharaan terlarang. Aktivitas yang mencurigakan akan segera dilaporkan ke pihak berwenang.





