Sempat Dihentikan, Sholat Tarawih Kilat Kembali Digelar di Indramayu, 23 Rakaat Hanya 6 Menit

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Sholat sunah Tarawih kilat kembali digelar di Pondok Pesantren Al-Qur’aniyah, Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Ramadhan tahun ini. Dengan jumlah 23 rakaat, pelaksanaan sholat Tarawih dan Witir hanya berlangsung selama enam menit.

Seperti yang terlihat pada Ahad (22/2/2026) malam, sholat Tarawih kilat itu dipimpin oleh seorang imam muda. Pelaksanaan sholat berjamaah itu diikuti oleh puluhan jamaah, baik laki-laki maupun perempuan, yang semuanya juga masih berusia muda.

Baca Juga
  • Bus Transjakarta 'Adu Banteng' di Koridor 13, Diduga Akibat Sopir Tertidur
  • Arti Sholat Tarawih dan Cara Melaksanakannya
  • 80 Ribu Jamaah Sholat Jumat Padati Masjid Al-Aqsa di Tengah Provokasi Menteri Radikal Israel

Ketua Yayasan Ponpes Al-Qur’aniyah, KH Azun Mauzun, menjelaskan, pelaksanaan sholat Tarawih kilat itu memang sudah menjadi tradisi yang dilaksanakan setiap tahun di pesantren yang dipimpinnya.

“Ini tradisi yang kita lestarikan, sudah dilaksanakan selama 17 tahun. Kita pertahankan tradisi kultur budaya ini,” ujar Azun kepada Republika.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Azun menjelaskan, alasan dilaksanakannya sholat Tarawih kilat itu dimaksudkan untuk menarik minat generasi muda agar mau melaksanakan shalat Tarawih di malam Ramadhan. Terbukti, dengan waktu sholat yang relatif singkat, anak-anak muda di lingkungan setempat bersemangat untuk datang dan mengikuti shalat Tarawih berjamaah.

“Makmum sholat Tarawih kilat itu tidak ada orang tua, semua anak muda,” tuturnya.

Hal itu dikarenakan gerakan sholat Tarawih kilat membutuhkan stamina yang kuat. Karenanya, bagi para orang tua, sholat Tarawih berjamaah dilaksanakan di ruangan terpisah dengan durasi waktu yang normal.

Azun mengakui, pelaksanaan sholat Tarawih kilat itu menimbulkan pro dan kontra. Namun, ia memastikan pelaksanaan sholat Tarawih kilat tetap mengikuti rukun dan syarat sah shalat.

“Pro kontra itu bagi kami hal yang biasa. Kami tetap laksanakan sesuai rukun dan syarat sholat, tumaninah,” tegas Azun.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: Ketika Shayne Pattynama Mengagumi Kedisiplinan Pemain Indonesia saat Ramadan
• 22 jam lalubola.com
thumb
10 Tol Fungsional Sepanjang 290 KM untuk Mudik Lebaran 2026
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Iran Diam-diam Borong Ribuan Rudal Rusia Senilai Hampir Rp10 Triliun
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Imbas Kericuhan Lawan Ratchaburi, Persib Tutup Sementara Tribun Selatan GBLA
• 45 menit lalumatamata.com
thumb
Gedung Putih Klaim Strategi Tarif Kini Lebih Kuat Secara Hukum
• 6 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.