Iran Diam-diam Borong Ribuan Rudal Rusia Senilai Hampir Rp10 Triliun

wartaekonomi.co.id
11 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran dikabarkan telah menyepakati kesepakatan senjata rahasia dengan Rusia. Kesepakatan tersebut dilaporkan bernilai €500 juta atau Rp10 trilliun.

Dikutip dari Financial Times, Iran disebut melakukan kesepakatan untuk memperoleh ribuan rudal pertahanan udara portabel dari Rusia. Perjanjian itu mencakup pengiriman 500 unit peluncur rudal man-portable dari Verba dan 2.500 unit rudal dari 9M336. Pengiriman dijadwalkan dilakukan dalam tiga tahap mulai 2027 hingga 2029.

Baca Juga: Iran-Amerika Serikat (AS) Belum Tenang, Begini Arah Harga Minyak Hari Ini (23/2)

Menurut laporan, kesepakatan itu disebut dinegosiasikan antara Rosoboronexport Rusia dan Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran (MODAFL) di Moskow. Teheran secara resmi mengajukan permintaan pengadaan sistem tersebut pada Juli 2025.

Diketahui, Rusia dan Iran saat ini memiliki perjanjian kemitraan strategis, meskipun perjanjian tersebut tidak mencakup klausul pertahanan bersama. Kedua negara baru-baru ini melakukan latihan militer bersama dengan angkatan laut di Teluk Oman.

Adapun laporan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dari Iran dan Amerika Serikat (AS). Washington dan Israel terus berambisi untuk menghancurkan ambisi pengembangan nuklir yang dilakukan oleh Iran.

Amerika Serikat dan Israel tahun lalu meluncurkan serangan terhadap fasilitas nuklir. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump saat itu menyatakan bahwa fasilitas nuklir utama dari negara itu telah dihancurkan.

Baca Juga: Trump Bakal Luncurkan Tarif Baru, Tak Bisa Dihalangi Pengadilan Amerika Serikat (AS)

Namun, penilaian intelijen menyebutkan bahwa serangan udara tersebut tidak sepenuhnya menghancurkan kemampuan nuklir dari Iran. Teheran juga berulang kali menegaskan bahwa negara itu telah pulih dari kerusakan akibat perang dan mengklaim kemampuannya kini lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Kini Iran kembali diancam serangan militer dari AS. Hal ini menyusul belum adanya kesepakatan nuklir dari Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga: PBB Disurati, Iran Siap Meladeni Serangan Amerika Serikat (AS)

Iran selama ini menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai dan menolak tuduhan upaya pengembangan senjata nuklir. Sementara Amerika Serikat terus menekan mereka agar menghentikan pengayaan uranium yang dinilai berpotensi digunakan untuk kepentingan militer.

Baca Juga: Tarif Trump Dipatahkan, Ini Jawaban Amerika Serikat (AS) Soal Nasib Kesepakatan Dagang

Adapun Teheran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan diam jika diserang oleh AS. Ia akan menganggap basis militer, fasilitas dan aset pihak yang dianggap musuh dalam kawasan sebagai target sah jika menghadapi agresi militer dari Negeri Paman Sam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Naik Lebih dari 1 Persen, Saham Tambang Konglo Jadi Penopang
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Lapor Jet Pribadi OSO Sebelum 30 Hari, Menag Nasaruddin Umar Bebas Sanksi Pidana
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Dari Teori ke Praktik, Mbak Wali Motivasi Peserta Pelatihan Digital Marketing
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Perkuat Kolaborasi dengan SLB, BREN Siap Dorong Pengembangan Panas Bumi Sekincau
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Kenapa Anak Muda Cepat Lelah? Ini Bukan Soal Fisik, Lalu Bagiamana Solusinya ?
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.