Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan keputusan membeli kendaraan dari India didasarkan pada pertimbangan harga. Menurutnya, harga pick up 4x4 yang tersedia di pasar Indonesia relatif tinggi.
"Pertimbangannya masalah harga, produk dari manapun yang menyuplai pasar Indonesia, harga untuk tipe 4x4 sangat mahal. Kenapa kita perlu 4x4 karena kita butuh untuk digunakan di daerah yang kondisi lahannya sangat menantang," ujar Joao Angelo.
Baca juga:
Mahindra & Tata Motors Ketiban Durian Runtuh, Dapat Pesanan dari Indonesia
Ia menambahkan, selain masalah harga industri otomotif nasional dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan 70.000 unit pick up 4x4.
"Kalau kita beli 70 ribu (pick-up 4x4) dari pasar kita itu stok tidak ada. Selain stok tidak ada harga mahal dan nanti kita bisa memutus distribusi yang lain," terangnya.
Menurut Joao, dengan pembelian dari India menjadi jalan tengah yang adil karena pihaknya telah melakukan efisiensi anggaran APBN. "Kita beli pakai APBN dengan harga hampir setengahnya dari produk-produk yang ada di pasaran Indonesia. Kita melakukan efisiensi secara maksimal," tegas Joao Angelo.
Adapun total 105.000 unit kendaraan yang akan diimpor dari India terdiri dari 35.000 unit Scorpio pick up merek Mahindra serta 70.000 unit produksi Tata Motors, yang terdiri dari 35.000 unit Yodha pick up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)





