Pantau - Personel gabungan dari jajaran Kecamatan Cakung memperketat patroli di sejumlah titik rawan dalam Operasi Cipta Kondisi selama Ramadhan 2026 guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Camat Cakung Rohmad mengatakan, "Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kenyamanan warga selama bulan suci Ramadhan 2026, kami melakukan patroli di wilayah-wilayah rawan,".
Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk mengutamakan keselamatan dan menjaga kesehatan saat menjalankan tugas pengamanan.
Rohmad menegaskan fokus pengamanan berada pada jam-jam rawan tindak kriminal dan aksi balap liar dengan menyatakan, "Wilayah-wilayah rawannya juga, khususnya pada jam-jam rawan, tindak kriminal dan aksi balap liar,".
Penguatan posko anti tawuran di sejumlah titik di Cakung menjadi prioritas untuk mencegah gangguan kamtibmas selama bulan suci.
Ia menambahkan, "Kita buktikan bahwa Operasi Cipkon ini sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas lingkungan selama bulan suci Ramadhan,".
Kepala Satpol PP Kota Jakarta Timur Muhammadong menyebut sebanyak 256 personel Satpol PP disiagakan selama Ramadhan 1447 H/2026 M.
Ia menyampaikan, "Sebanyak 256 personel jajaran Satpol PP siap memperkuat penjagaan dan siaga dalam memastikan ketertiban selama Ramadhan,".
Polres Metro Jakarta Timur juga mendirikan 27 posko terpadu untuk mendukung Operasi Penyakit Masyarakat Jaya dan mencegah tawuran menjelang Ramadhan.
Operasi tersebut merupakan bagian dari instruksi terpusat Polda Metro Jaya yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah hukumnya.
Posko terpadu melibatkan unsur kepolisian, Pemerintah Kota Jakarta Timur, TNI/Polri, Kodim 0505, dan elemen masyarakat.
Sebanyak 20 personel disiagakan di setiap posko dengan komposisi 10 personel dari Polri dan 10 personel dari Satpol PP, Kodim 0505, serta masyarakat.
Operasional posko dilakukan berdasarkan analisa tingkat kerawanan dan mulai aktif pukul 16.00 hingga 08.00 WIB keesokan harinya yang dinilai sebagai waktu rawan gangguan keamanan.
Upaya ini diharapkan membuat pelaksanaan ibadah Ramadhan berjalan khusyuk dan aktivitas masyarakat tetap aman.




