Makassar, ERANASIONAL.COM – Seorang polisi di Kota Makassar , Sulawesi Selatan (Sulsel), dikabarkan meninggal dunia diduga akibat dianiaya seniornya.
Korban merupakan Bintara muda yang baru satu tahun berdinas di Polda Sulsel. Saat ini jenazah koran dikabarkan berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.
Pantaan di RSUD Daya, Keranda jenazah almarhum tampak didorong ke dalam ruang instalasi gawat darurat (IGD). Ishak tangis keluarga mengiringi saat jenazah keranda didorong ke dalam IGD
Belum ada keterangan resmi dari kepolisian ihwal meninggalnya almarhum. Informasi yang diperoleh dari kerabat almarhum di lokasi, personel polisi itu berasal dari Kabupaten Pinrang.
Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara juga sudah berada di lokasi. Korban diketahui bernama Bripda Dirja Pratama (19), baru lulus Bintara Polri pada 2025 lalu.
Selain itu, tampak hadir juga Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendy.
Dugaan Bripda Dirja meninggal dunia karena dianiaya seniornya dikuatkan dengan adanya darah keluar dari mulut almarhum.
Hal itu diungkapkan ayah Bripda Dirja, Aipda Muhammad Jabir saat ditemui di depan ruang jenazah RSUD Daya, Minggu (22/2).
“Kami mau tunggu hasil penyelidikan karena ada darah keluar di mulut anak saya,” kata Aipda Muhammad Jabir.
Dia mengaku, sehari sebelumnya kondisi anaknya baik-baik saja. pada waktu antara sahur dan subuh tadi, anaknya masih sempat telponan dengan ibunya.
“Tadi subuh komunikasi sama ibunya, tidak pernah bilang sakit,” jelasnya.
Adanya darah yang keluar dari mulut juga terlihat di pipi ibunya yang memeluk jenazah Bripda Dirja di RS Bhayangkara.
Untuk mengetahui penyebab pasti kematian Bripda Dirja yang baru lulus menjadi Bintara Polri pada 2025 lalu ini, kini jenazahnya telah dibawa ke RS Bhayangkara, Makassar.
Informasi dibawanya jenazah almarhum Bripda Dirja ke RS Bhayangkara terdengar dari perbincangan Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris.
Ayah almarhum, Aipda Muhammad Jabir terlihat setuju jenazah anaknya dibawa ke RS Bhayangkara untuk penyelidikan lebih lanjut.
Hingga saat ini proses autopsi terhadap jenazah koban masih berlangsung di RS Bhayangkara Makassar. []





