SBY Ajak Peserta Didik Lemhannas Kunjungi Museumnya di Pacitan

kompas.com
20 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak peserta didik Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) untuk berkunjung ke museum yang dia dirikan di Pacitan, Jawa Timur.

Ajakan itu disampaikan saat ia memberikan kuliah umum di Gedung Lemhannas, Jakarta, Senin (23/2/2026).

“Kalau para peserta tahu, Pak Gubernur kalau punya waktu diizinkan, saya punya museum di Pacitan, presidential museum. Pertama kali di Asia. Silakan dilihat, silakan dilihat," kata SBY, Senin.

SBY mengundang para peserta didik Lemhannas datang ke museumnya untuk melihat langsung data capaian ekonomi Indonesia yang dipamerkan di museum tersebut.

Baca juga: SBY di Lemhannas: AS Ingin Kembali Jadi Unipolar Dunia

Ia menjelaskan, museum itu memuat data resmi, termasuk dari Bank Dunia, mengenai perkembangan ekonomi Indonesia dari masa ke masa.

Menurut dia, seluruh informasi yang ditampilkan berbasis fakta dan dapat diverifikasi.

SBY mencontohkan, pendapatan per kapita Indonesia pada 2004 berada di kisaran 1.200 dollar AS per orang per tahun.

Sepuluh tahun kemudian, pada 2014, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 3.760 dollar AS atau naik lebih dari 300 persen.

“Itu bicara tentang realitas, tentang fakta, tentang data, tentang prove atau kebenaran," ucap SBY.

Baca juga: SBY Ingatkan Potensi Perang Dunia Ketiga dan Konflik Nuklir: Sinyalnya Sangat Kuat

Ia menambahkan, jika tren pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dijaga dan dikembalikan pada jalur yang tepat, Indonesia berpeluang keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Menurut SBY, yang terpenting dari sebuah strategi ekonomi adalah hasil nyata yang bisa diukur, terutama melalui pertumbuhan produk domestik bruto (PDB/GDP) dan peningkatan PDB per kapita.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Bukan hanya retorik bukan hanya slogan, tunjukkan dalam ekonomi kita. Utamanya GDP dan GDP per kapita," kata dia.

SBY pun menyatakan optimistis Indonesia bisa keluar dari jebakan tersebut jika pertumbuhan ekonomi mampu kembali ke level 6 persen, bahkan meningkat hingga 8 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Usut Fungsi Lain Safe House di Kasus Bea Cukai Selain Buat Simpan Duit
• 16 jam laludetik.com
thumb
Cegah Karhutla Meluas, Langit Riau Bakal "Diguyur" Belasan Ton Garam
• 8 jam lalumatamata.com
thumb
CELIOS Catat 21 Poin Perjanjian dengan AS yang Potensi Rugikan Indonesia
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jamu Semen Padang di Kandang, Pelatih Bhayangkara Paul Munster Fokus Raih Kemenangan
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Kenang Masa Perjuangan di Kampus, Alumni FKM Unhas Angkatan 2006 Akan Gelar Reuni Akbar 20 Tahun
• 10 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.