CILEGON, DISWAY.ID-- Julukan Kota Santri yang melekat pada Cilegon bukan sekadar isapan jempol.
Di balik deru industri, kota ini menyimpan harta karun religi yang luar biasa yakni mushaf Al-Qur’an raksasa hasil goresan tangan ulama kharismatik, KH Ahmad Basharudin bin Ali Jaya.
Mushaf fenomenal dengan dimensi fantastis, lebar 120 sentimeter dan panjang 160 sentimeter, itu kini tersimpan rapi di Pondok Pesantren Al Hikmah, Lingkungan Cigading, Ciwandan.
BACA JUGA:Data PBI-JKN Dimutakhirkan, Cak Imin Jamin Layanan Tak Terganggu
Bukan sembarang karya, kitab suci ini ditulis secara manual selama setahun penuh, mulai 1990 hingga 1991.
Mukkaroni Mashum, menantu sekaligus perawat amanah mushaf tersebut, menceritakan proses spiritual di balik pembuatannya.
KH Ahmad Basharudin yang memang ahli kaligrafi Arab, mendedikasikan waktu-waktu mustajab untuk merampungkan karyanya.
"Beliau menulis mushaf raksasa ini di waktu tahajud, sepertiga malam. Itu adalah saat-saat paling khusyuk bagi beliau untuk menorehkan tinta," ungkap Mukkaroni saat ditemui di pesantren.
BACA JUGA:Bangga! 6 Siswa MAN IC Serpong Siap Wakili Indonesia di Olimpiade Sains Dunia 2026
Lebih lanjut, mahakarya ini tidak hanya berjumlah satu. Total ada empat mushaf serupa yang dibuat dengan bantuan para santri.
Selain di Pesantren Al Hikmah, jejak dakwah visual ini tersebar di Pesantren Suralaya dan gedung Pemerintah Kota Cilegon sebagai simbol kebanggaan daerah.
Pihak keluarga kini berencana membangun ruang khusus untuk menjaga kelestarian peninggalan tersebut.
"Ini bukan sekadar seni kaligrafi, tapi saksi bisu bahwa Cilegon memiliki sejarah ulama yang luar biasa besar," pungkas Mukkaroni.





