Diplomasi Digital Pemuda, 25 Negara Pecahkan Krisis Iklim, AI dan Keamanan

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Dinamika diplomasi global kini tak lagi terbatas pada ruang-ruang sidang megah di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa. Di era transformasi digital, perundingan lintas negara juga berlangsung lewat layar laptop dan jaringan internet yang menghubungkan benua.
 
Momentum itulah yang kembali terlihat dalam gelaran Asia Youth International Model United Nations Virtual Conference (AYIMUN VC) ke-27. Forum ini mempertemukan 220 pemuda dari 25 negara untuk mendiskusikan isu-isu krusial dunia, mulai dari krisis iklim, pencemaran lingkungan, hingga keamanan global dan kecerdasan buatan (AI).
 
Selama dua hari pelaksanaan pada 14–15 Februari 2026, para delegasi berlatih menjadi diplomat muda. Mereka berdebat, bernegosiasi, sekaligus menyusun rumusan solusi atas persoalan yang dampaknya nyata dirasakan lintas generasi.

Konferensi ini digagas oleh International Global Network (IGN) melalui program Asia Youth International Model United Nations. Konsistensi penyelenggaraan hingga seri ke-27 menunjukkan bahwa diplomasi digital bukan lagi alternatif, melainkan kebutuhan di tengah dunia yang semakin terkoneksi.
 
Presiden IGN, Muhammad Fahrizal, menegaskan forum ini dirancang bukan sekadar simulasi. “Sebagai delegasi AYIMUN, kalian akan berpikir secara strategis, bernegosiasi secara bertanggung jawab, dan berkolaborasi antar perspektif,” kata Fahrizal melalui keterangan tertulis, Senin, 23 Februari 2026.
 
Lebih dari sekadar ajang diskusi, AYIMUN VC menjadi ruang pembelajaran nyata tentang bagaimana generasi muda dapat mengambil peran dalam percakapan global. Empat Dewan, Empat Isu Strategis Dalam konferensi ke-27 ini, diskusi dibagi ke dalam empat council utama yang merepresentasikan spektrum isu global terkini yakni mewakili UNEP, WHO, UNESCO dan NATO.
Pada dewan United Nations Environment Programme (UNEP), delegasi membahas upaya memerangi penggunaan plastik sekali pakai serta fenomena
 
“Seventh Plastic Continent” yang menjadi simbol krisis sampah global. Sementara itu, di forum World Health Organization (WHO), peserta menyoroti dampak polusi udara dan limbah industri terhadap kesehatan publik.
 

Baca Juga :

Asia Youth International MUN, Pintu Masuk Pelajar dan Mahasiswa Indonesia jadi Pemimpin Dunia

Isu ketahanan iklim juga diangkat dalam dewan United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), dengan fokus pada pembangunan resiliensi iklim dalam upaya pengentasan kemiskinan. Adapun aspek geopolitik dan keamanan dibahas dalam simulasi North Atlantic Treaty Organization (NATO), yang mengangkat tema kompetisi strategis dan keamanan lingkungan di kawasan Arktik yang mencair.
 
Topik-topik tersebut mencerminkan kompleksitas tantangan global saat ini. Di mana perubahan iklim, kesehatan publik, hingga stabilitas kawasan saling berkelindan.
 
Meski digelar secara virtual, AYIMUN VC tetap mempertahankan standar akademik yang ketat. Para peserta mengikuti sesi formal layaknya konferensi tatap muka, lengkap dengan mekanisme moderated caucus, unmoderated caucus, hingga penyusunan draft resolution.
 
Diskusi dipandu oleh para chair berpengalaman dari berbagai negara, termasuk Prancis, Korea Selatan, Thailand, Lebanon, dan Indonesia. Peran mereka memastikan jalannya sidang tetap terarah dan berorientasi solusi.
 
Sejak pertama kali digelar, AYIMUN telah mencatat lebih dari 110 ribu alumni dari 180 negara melalui berbagai konferensinya. Capaian tersebut mengukuhkan posisinya sebagai salah satu konferensi Model United Nations terbesar di kawasan Asia Pasifik.
 
Dengan model virtual, partisipasi tidak lagi dibatasi faktor geografis. Pelajar dari berbagai latar belakang dapat duduk dalam satu forum, menyuarakan perspektif, sekaligus belajar memahami kepentingan negara lain.
 
Program ini dijadwalkan berlangsung rutin setiap dua bulan. Konferensi berikutnya akan digelar pada 4–5 April 2026 dengan tema besar tentang inovasi dan kepemimpinan pemuda dalam mendorong perubahan global yang berkelanjutan dan inklusif.
 
Di tengah tantangan dunia yang kian kompleks, diplomasi digital seperti AYIMUN VC menjadi penanda bahwa generasi muda tidak sekadar penonton. Mereka sedang berlatih, menyiapkan diri, dan mengambil peran dalam percakapan global, bahkan sebelum memasuki panggung diplomasi dunia yang sesungguhnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Resmi! Jadwal FIFA Series 2026 Diumumkan: Timnas Indonesia Lawan St Kitts Nevis 27 Maret, Berpeluang Hadapi Bulgaria 30 Maret
• 1 jam lalubola.com
thumb
KPK Buka Peluang Jerat Bluray Cargo sebagai Tersangka Korporasi Kasus Suap Impor Bea Cukai
• 16 menit laluharianfajar
thumb
Bank Sumedang Setor Dividen Rp10,8 Miliar ke Kas Daerah
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Cegah Narkoba di Internal, Anggota Polres Metro Depok Tes Urine Dadakan
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Polisi Buru Geng Motor Perusak Portal JLNT Casablanca di Jaksel
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.