Kementerian Luar Negeri India menyerukan warganya untuk meninggalkan Iran, di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap Iran.
"Mengingat situasi yang berkembang di Iran, warga negara India yang saat ini berada di Iran... disarankan untuk meninggalkan Iran dengan moda transportasi yang tersedia, termasuk penerbangan komersial," kata Kedutaan Besar India di Teheran, Iran dalam sebuah unggahan di media sosial, dilansir kantor berita AFP, Senin (23/2/2026).
Kementerian Luar Negeri India memperkirakan biasanya ada sekitar 10.000 warga negara India di Iran.
"Semua warga negara India dan PIO (orang keturunan India) harus berhati-hati, menghindari area protes atau demonstrasi, tetap berhubungan dengan Kedutaan Besar India di Iran dan memantau media lokal untuk setiap perkembangan," tambahnya.
Peringatan ini disampaikan menjelang kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Israel yang direncanakan pada hari Rabu (25/2) mendatang.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu lalu, mengatakan kunjungan Modi akan membantu membentuk aliansi baru untuk melawan apa yang ia sebut sebagai musuh "radikal".
Modi terakhir kali mengunjungi Israel sebagai perdana menteri pada tahun 2017, sebelum Netanyahu melakukan kunjungan balasan ke India pada tahun berikutnya.
Modi pada hari Minggu lalu mengatakan bahwa ia "menantikan" pembicaraan selama kunjungan ke Israel.
(ita/ita)





