Pasar Murah Ramadhan 2026: Jawa Timur, Subang, hingga Gorontalo Jaga Daya Beli Masyarakat

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah daerah di berbagai wilayah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat selama bulan Ramadhan melalui program pasar murah serta pemantauan harga secara intensif.

Di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa penyelenggaraan pasar murah secara masif menjadi instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Pada Selasa (tanggal kegiatan di Kabupaten Malang), Khofifah hadir di Taman Pelangi, Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Lokasi ini menjadi titik ke-23 dari total 110 titik pasar murah yang diselenggarakan di berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Baca Juga
  • Menkeu: Presiden Prabowo Segera Umumkan THR 2026
  • Akses Pendidikan yang Inklusif: Pelajaran dari Tangerang hingga Kerja Sama dengan Kenya
  • Pertumbuhan Kawasan Hunian Perlu Diimbangi Fasilitas Layanan Darurat

"Kami berharap semua pasar murah ini bisa membantu kebutuhan logistik masyarakat," ujar Khofifah.

Di pasar murah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan berbagai komoditas strategis dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan pasar tradisional, antara lain:

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Beras premium: Rp14.000 per kg

Beras medium: Rp11.000 per kg

MinyaKita: Rp13.000 per liter

Telur ayam: Rp22.000 per pak

Tepung terigu: Rp10.000 per kg

Gula pasir: Rp14.000 per kg

Bawang putih: Rp6.000 per 250 gram

Bawang merah: Rp7.000 per 250 gram

Cabai rawit merah: Rp4.000 per 100 gram

Cabai merah besar: Rp2.000 per 100 gram

Daging ayam: Rp30.000 per kemasan

Khofifah menjelaskan selisih harga cukup signifikan. Contohnya, gula pasir di pasar tradisional mencapai Rp17.000 per kg, sedangkan di pasar murah hanya Rp14.000 per kg. Untuk daging ayam, harga di pasar tradisional Rp41.000–Rp42.000 per kg, sementara di pasar murah hanya Rp30.000 per kg (atau setara Rp30.000 per kemasan).

Salah seorang warga, Nanik, mengaku sangat terbantu. "Beras di sini Rp55.000 per kemasan 5 kg, sedangkan di pasar Rp60.000. Telur di pasar Rp30.000, di sini Rp22.000. Ini sangat menghemat pengeluaran," katanya.

Sementara itu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Memet Hikmat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Terminal Subang. Hasil pemantauan menunjukkan harga kebutuhan pokok secara umum masih terkendali, meskipun ada kenaikan pada beberapa komoditas.

Komoditas yang dipantau meliputi minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, telur, ayam potong, daging sapi, beras, serta sayuran. Beberapa temuan:

Minyak goreng curah naik dari Rp22.000 menjadi Rp27.000 per kg

MinyaKita naik dari Rp15.700 menjadi Rp17.500 per liter (meski di beberapa titik masih sesuai acuan Rp15.700 per liter)

Cabai rawit merah naik signifikan dari Rp60.000 menjadi Rp85.000 per kg

Wortel naik menjadi Rp40.000 per kg

Daging sapi: Rp130.000–Rp140.000 per kg

Ayam broiler: Rp42.000 per kg

Telur ayam relatif stabil

Memet menyatakan kondisi harga masih dalam batas terkendali. Pemerintah daerah akan terus memantau secara berkala, melakukan intervensi melalui operasi pasar jika terjadi lonjakan (khususnya pada cabai dan minyak goreng), serta menggelar bazar, gerakan pasar murah, dan operasi pasar murah. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok hingga Lebaran.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
APBN Defisit Rp54,6 Triliun per Januari 2026, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya | JMP
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Kapolda Sulsel Tetapkan 1 Senior Korban Jadi Tersangka, ini Kronologi Kematian Bripda Dirja
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 127,3 T per Januari 2026
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa Besar M7,2 Guncang Sabah Malaysia, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Ramai Isu Impor Baju Bekas dari AS, Pemerintah : Impor Pakaian Bukan untuk Thrifting
• 21 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.