Asiyiyah Sulsel Peringati HPSN 2026, Perkuat Komitmen Gerakan Peduli Sampah Berkelanjutan di Indonesia

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) menyelenggarakan Seminar Nasional secara daring bertema Sampah Tuntas: Kolaborasi ‘Aisyiyah, Pemerintah, dan Masyarakat untuk Solusi Sampah Berkelanjutan.

Ketua LLHPB Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Rahmawati Husein, menyampaikan bahwa situasi sampah di Indonesia telah mencapai tahap darurat.

“Indonesia berada di posisi kelima sebagai penyumbang sampah plastik terbesar di dunia serta peringkat kedua penghasil sampah makanan,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Rahmawati menjelaskan penerapan prinsip 7R sebagai langkah sederhana namun berdampak besar dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka penanganan sampah.

Prinsip tersebut meliputi Rethink (menimbang kembali kebutuhan sebelum membeli), Refuse (menolak barang sekali pakai), Reduce (mengurangi potensi sampah), Reuse (menggunakan kembali barang yang masih layak), Repair (memperbaiki daripada membuang), Recycle (mendaur ulang), serta Rot/Regift (mengomposkan sampah organik atau memberikan barang layak pakai kepada orang lain).

Ia juga memperkenalkan berbagai inisiatif berbasis komunitas yang telah digerakkan LLHPB ‘Aisyiyah.

“Diantaranya Green Ramadan dan Idulfitri, Diet Kantong Plastik di Pasar Tradisional, serta Shodaqoh Sampah, yang diharapkan dapat diperluas dan menjadi kebiasaan kolektif di tengah masyarakat,” katanya.

Puncak kegiatan ditandai dengan “Deklarasi Gerakan Peduli Sampah Berkelanjutan” yang dipimpin oleh Ketua LLHPB PW ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Dr Erma Suryani Sahabuddin.

“Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam membangun kesadaran kolektif serta mendorong kolaborasi lintas sektor guna menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan terhadap persoalan sampah di Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Disampaikan juga bahwa, deklarasi ini menegaskan bahwa gerakan peduli sampah tidak boleh berhenti pada seremoni semata, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata, dukungan kebijakan, serta pembentukan budaya baru di masyarakat.

“Sebagai tindak lanjut, hasil pertemuan ini akan menjadi dasar pengembangan program yang terstruktur, terukur, dan berdampak luas demi menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang,” paparnya.

Terpisah, Ketua Panitia, Sayyidatul Lutfiyah menyampaikan bahwa seminar yang diikuti oleh 596 peserta ini menjadi ruang refleksi bersama.

“Melalui kekuatan jaringan komunitas, pendidikan, dan keteladanan sosial, ‘Aisyiyah terus mendorong gerakan pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah tangga, berkembang di komunitas, dan meluas menjadi kesadaran publik sebagai bagian dari upaya membangun peradaban yang lebih berkelanjutan,” bebernya, Senin (23/2/2026).

Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Dr Mahmudah, sangat mengapresiasi terselenggaranya seminar nasional tersebut yang dihadiri oleh ratusan peserta.

“Kegiatan ini sangat penting kita melihat urgensi dan manfaat materi yang akan disampaikan melalui seminar kolaborasi untuk gerakan peduli sampah berkelanjutan,” imbuhnya.(fit)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Deret Fakta Pembunuhan Remaja di Kampung Gajah, Motif-Muslihat Pelaku | BERUT
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Program PLTS 100 GW Butuh Investasi Rp1.700 Triliun, Mungkinkah Terealisasi?
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
IHG Hotels & Resorts Memperkenalkan Noted Collection™, Brand Koleksi Premium Baru
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemprov DKI Impor 3.139 Sapi dari Australia Jelang Ramadan, Jaga Stok dan Stabilitas Harga
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Pendapatan Box Office Wuthering Heights Capai USD150 Juta
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.