Sidak Mendag di Pidie: Harga Pangan Aman Meski Banjir dan Ramadan

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lonjakan konsumsi selama Ramadan biasanya menjadi ujian bagi stabilitas harga pangan di daerah. Namun di Pidie, tekanan musiman itu datang bersamaan dengan dampak banjir yang sempat mengganggu aktivitas perdagangan.

Di tengah situasi tersebut, aktivitas jual beli di pasar rakyat dan ritel modern kini telah kembali berjalan normal. Pasokan bahan pokok dilaporkan terjaga sehingga harga tidak mengalami gejolak berarti.

Menteri Perdagangan Budi Santoso turun langsung meninjau kondisi lapangan pada Senin. Ia mengunjungi Pasar Pante Teungoh dan sejumlah toko ritel untuk memastikan pemulihan berlangsung efektif.

"Kami ke Kabupaten Pidie untuk memastikan pemulihan sarana perdagangan pascabanjir dan aktivitas ekonomi dan perdagangan berjalan baik. Kami cek harga barang kebutuhan pokok, sudah stabil. Kelihatan ekonominya sudah mulai bergerak dan harga-harga terkendali," ujar Budi dikutip dari ANTARA, Senin (23/2/2026).

Pemantauan tersebut menunjukkan harga beras masih berada dalam koridor kebijakan pemerintah. Untuk wilayah Zona 2, harga jual mengikuti ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Beras medium tercatat Rp14.000 per kilogram dan beras premium Rp15.000 per kilogram. Sementara beras SPHP yang disalurkan Bulog dijual Rp12.600 per kilogram.

Sejumlah komoditas protein hewani juga terpantau stabil di tingkat pedagang. Daging ayam ras berada di angka Rp30.000 per kilogram dan telur ayam ras Rp28.000 per kilogram.

Komoditas hortikultura pun tidak menunjukkan lonjakan tajam. Bawang merah dan bawang putih honan masing-masing dijual Rp35.000 per kilogram.

Untuk cabai merah keriting, harga tercatat Rp30.000 per kilogram. Adapun cabai rawit merah berada di kisaran Rp50.000 per kilogram.

Minyak goreng merek Minyakita tersedia cukup banyak di pasar. Produk tersebut dijual sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter.

"Minyakita cukup banyak, harganya sesuai HET karena pasokan dari Bulog lancar ke beberapa pedagang di pasar," kata Budi.

Selain itu, tepung terigu dipasarkan Rp14.000 per kilogram. Minyak goreng curah dijual Rp17.100 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp23.000 per liter.

Di antara berbagai komoditas, gula pasir menjadi pengecualian. Harganya tercatat Rp19.000 per kilogram atau berada di atas Harga Acuan.

Kenaikan gula dipengaruhi faktor distribusi antardaerah. Sebagian besar pasokan didatangkan dari Medan, Sumatra Utara, sementara permintaan meningkat selama Ramadan.

Meski ada tekanan dari sisi pasokan luar daerah dan lonjakan konsumsi, stabilitas umum tetap terjaga. Pemerintah menilai sistem distribusi mampu beradaptasi pascabanjir tanpa memicu kepanikan pasar.

Baca Juga: PLN Operasikan Transmisi dan GI Baru, PLTD di Aceh Selatan Susut Drastis

Budi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan para pelaku usaha. Menurutnya, koordinasi yang terjalin membuat pemulihan ekonomi lokal berlangsung relatif cepat.

Kondisi ini mencerminkan daya tahan perdagangan Pidie dalam menghadapi gangguan ganda, yakni bencana alam dan momentum konsumsi tinggi. Stabilitas harga menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mulai kembali bergerak normal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Shifana Rizka, Jagoan Gocek di Timnas Wanita Indonesia
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kemendikdasmen Perkuat Pemerataan Pendidikan Lewat PIP, ADEM, dan Kesejahteraan Guru
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Villarreal kalahkan Valencia, Celta Vigo taklukkan Mallorca
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Badai Salju Ekstrem Lumpuhkan New York
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 dan Peluncuran Kelurahan Sadar Kerukunan, Makassar Perkuat Indeks Toleransi
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.