Modus Impersonasi Makin Marak, Investasi Ilegal Berkedok Brand Asing Dibongkar

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan kegiatan dua entitas yang diduga melakukan penipuan dengan modus impersonasi atau penyalahgunaan nama perusahaan asing berizin. Penghentian kegiatan tersebut diumumkan dalam siaran pers tertanggal 23 Februari 2026 di Jakarta.

"Satgas PASTI menghentikan kegiatan usaha yang diduga melakukan penipuan dengan modus impersonasi atau penyalahgunaan nama perusahaan asing berizin, yaitu AMG Pantheon dan Mbastack Periklanan Kreatif Terbatas (MBA),” demikian dikutip dari siaran pers, Senin, 23 Februari 2026.

Baca Juga :
Pelaku Perampasan Modus ‘Adiknya Dilecehkan’ Dicokok Saat Sahur, Sudah Beraksi 4 Kali
Marak Penipuan terkait Urusan Perpajakan, DJP Bongkar Ragam Modusnya

Satgas PASTI menyebut AMG Pantheon diduga melakukan impersonasi terhadap Pantheon Ventures, firma penasihat investasi internasional yang berizin di Amerika Serikat, Singapura, dan Jepang. "Pantheon Ventures tidak menjalankan kegiatan perdagangan aset kripto di Indonesia dan tidak memiliki keterkaitan dengan entitas yang menggunakan nama AMG Pantheon," sambung siaran pers tersebut. 

Berdasarkan hasil klarifikasi dan verifikasi, kegiatan AMG Pantheon di Indonesia terindikasi menjalankan skema penipuan melalui aplikasi yang digunakan untuk menawarkan aktivitas trading harian yang diduga bersifat fiktif. 

AMG Pantheon juga diketahui melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan izin yang diterbitkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Selain itu, aplikasi atau website yang digunakan tidak tercatat sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kementerian Komunikasi dan Digital.

Dalam praktiknya, anggota diarahkan untuk membuka akun pada salah satu Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) terdaftar di Indonesia dan melakukan deposit dana untuk pembelian USDT (USD Tether), yang selanjutnya ditransfer ke wallet milik AMG Pantheon. 

Setelah itu, anggota diminta mendaftar pada aplikasi AMG Pantheon yang disebarkan oleh leader untuk melakukan aktivitas trading harian yang diduga bersifat fiktif.

Selain AMG Pantheon, Satgas PASTI juga menghentikan kegiatan Mbastack Periklanan Kreatif Terbatas (MBA). Entitas ini diduga melakukan impersonasi terhadap MBAStack Limited, perusahaan berizin di Inggris yang bergerak dalam agensi periklanan.

Entitas di Indonesia tersebut menjalankan kegiatan dengan skema member-get-member berjenjang. Hasil klarifikasi menunjukkan bahwa MBA memiliki legalitas sebagai perseroan perorangan yang berkedudukan di Serang, Banten. 

Namun, kegiatan usahanya tidak sesuai dengan izin yang diterbitkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM serta tidak tercatat sebagai PSE di Kementerian Komunikasi dan Digital.

Baca Juga :
Polisi Ungkap Modus Sindikat Narkoba Jelang DWP di Bali, Sistem Tempel hingga COD
Bukan Cuma Paket Pernikahan Murah, Modus WO Ayu Puspita juga Tawarkan Bulan Madu di Bali
Bahlil Bongkar Modus Tambang Timah Ilegal, Begini Akal-akalannya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Bawang Merah di Pasar Johar Semarang Masih Stabil
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Pramono Ungkap Penyebab Adu Banteng Transjakarta di Koridor 13
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Mensesneg Cek Rencana Impor 105 Ribu Pikap dari India
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Jadwal KRL Yogyakarta-Solo Pekan Ini 23 Februari-1 Maret 2026
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Kekerasan di Meksiko Pecah Usai Bos Kartel Narkoba Besar Tewas dalam Operasi Militer
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.