Bisnis.com, SEMARANG — Harga bawang merah di Pasar Johar, Kota Semarang hingga menjelang bulan Ramadan 1447 Hijriah belum menunjukkan kenaikan yang signifikan akibat momen puasa.
Sejumlah pedagang di Pasar Johar menyebut pergerakan harga saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor pasokan dan kondisi cuaca, dibanding peningkatan permintaan menjelang bulan Ramadan.
Salah satu pedagang di Pasar Johar, Tum, menuturkan bahwa harga bawang merah di lapak dagangannya pada awal bulan Februari 2026 masih berada di kisaran Rp38.000 per kg, dan relatif stabil dalam beberapa pekan terakhir.
Saat awal Ramadan, Tum menyebut belum ada kenaikan harga yang signifikan untuk bawang merah, khususnya yang dipicu bulan puasa.
“Pas bulan Januari itu harga bawang merah sempat naik sampai Rp40.000 tapi sekarang harganya Rp38.000 per kg. Untuk bulan Ramadan tahun ini, di sini belum ada kenaikan harga ya untuk bawang merah,” tutur Tum saat ditemui di lapak dagangannya di Pasar Johar, dikutip Jumat (20/2/2026).
Terkait kenaikan harga di bulan Januari lalu, Tum menyebut bahwa pergerakan harga tersebut terjadi akibat kondisi panen dan cuaca buruk yang sempat terjadi.
“Kalau kemarin itu pas lagi cuaca buruk itu, pasokannya tetap banyak tapi banyak yang busuk. Ya karena bawangnya kena banjir atau lembab. Jadi, barang yang kualitasnya bagus lebih sedikit,” jelas Tum.
Bukan berdasarkan momennya, Tum mengungkap bahwa naik turunnya harga bawang merah di pasaran banyak dipengaruhi oleh faktor panen dan cuaca. “Kalau pas panen banyak, ya harganya bisa turun. Tapi kalau cuaca buruk, barang (bawang merah) yang kondisinya agak bagus cuman sedikit, jadi harganya agak naik. Jadi ini lebih tergantung panennya daripada karena momen tertentu,” ungkapnya.
Pedagang lainnya di Pasar Johar, Fitri, menuturkan kondisi yang hampir serupa di lapaknya. Fitri menyebut bahwa harga bawang merah di lapak dagangannya saat ini berada di kisaran Rp40.000-42.000 per kg.
“Sekarang itu brambang (bawang merah) itu ada kenaikan harga jadi Rp42.000, biasanya kalau lagi gak naik itu harganya Rp30.000,” tutur Fitri.
Mengenai kenaikan harga bawang merah di lapak dagangannya, Fitri menyebut kenaikan tersebut bukan dipengaruhi oleh momen bulan puasa melainkan dipengaruhi oleh kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ini sebenarnya gak dipengaruhi bulan Ramadan ya. Ini mungkin pengaruh dari MBG itu, kalau MBG itu harga brambang naik banyak. MBG itu bikin harga naik-naik terus itu,” jelas Fitri.
Lebih lanjut, Fitri menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya menjelang bulan Ramadan harga bawang merah akan sedikit mengalami kenaikan dengan selisih Rp1-3ribu. Namun, berbeda dengan tahun sebelumnya menjelang bulan Ramadan 2026 kali ini, kenaikan harga bawang merah di lapak dagangannya lebih banyak dipengaruhi oleh MBG.
“Sebelum ada MBG itu naiknya dikit Rp1-3 ribu. Tapi semenjak ada MBG ini harganya langsung naik banyak. Biasanya kan harga mahal, barangnya itu sedikit atau gak ada barang, kalau sekarang itu harganya mahal tapi barangnya membludak,” tambahnya.
Mengenai kenaikan harga bawang merah saat bulan Ramadan tahun lalu, Fitri mengungkap bahwa kenaikan harga bawang merah terjadi saat menjelang perayaan Lebaran. Tak hanya mendekati perayaan Lebaran , Fitri juga menyebut bahwa kenaikan harga bawang merah biasa terjadi pasca lebaran.
“Kalau tahun lalu itu sebelum Ramadan belum naik harganya, naiknya itu kalau sudah mepet mau Lebaran. Terus setelah lebaran harganya langsung naik tinggi sudah pasti itu. Naik itu karena kan gak ada barangnya atau kalau ada barang 1-2 itu nanti langsung dinaikin harganya,” jelasnya.





