jpnn.com - JAKARTA - Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) merilis daftar 14 tokoh yang memiliki peluang besar untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU.
NU bakal menggelar Muktamar ke-35, kemungkinan pada Juli atau Agustus.
BACA JUGA: Muncul Gagasan Penggunaan AHWA dalam Pemilihan Ketua PBNU
Peneliti Insantara Wildan Efendy memaparkan bahwa pihaknya menentukan nama-nama kandidat berdasarkan tiga aspek utama, yakni tingkat popularitas, rekam jejak jalur sumber kandidat, serta hasil wawancara mendalam dengan pengurus dan warga NU.
Berikut adalah peta sebaran 14 kandidat potensial tersebut:
BACA JUGA: Duet Maruf Amin-Abdussalam Shohib Bisa Kembalikan Jati Diri PBNU
Klaster PBNU: M Nuh, Yahya Cholil Staquf, Syaifullah Yusuf, dan Zulfa Mustofa.
Klaster PWNU: Abd Ghaffar Rozin, Abd Hakim Mahfudz, dan Juhadi Muhammad.
BACA JUGA: PBNU Dukung Indonesia Bergabung dengan Board of Peace, Sebut Demi Lindungi Palestina
Klaster Tokoh NU & Pesantren: Imam Jazuli, Abdussalam Shohib, Yusuf Chudlori, dan Marzuqi Mustamar.
Klaster Politik & Pemerintahan: Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid, dan KH Nasaruddin Umar.
Wildan mengatakan bahwa transisi kepemimpinan kali ini membawa tanggung jawab besar bagi perbaikan tata kelola jam’iyyah. Tingginya aspirasi pengurus wilayah, cabang, dan warga kultural menjadi indikator utama keinginan lahirnya pemimpin baru.
“Desakan transisi kepemimpinan PBNU yang sangat kuat dari PWNU, PCNU, dan aspirasi warga NU menjadi salah satu indikator keinginan besar lahirnya nakhoda baru di tubuh PBNU,” tutur Wildan.
Insantara juga menemukan data yang cukup mengejutkan terkait mekanisme pemilihan.
"Temuan menunjukkan 90% elemen NU menghendaki sistem Ahwa diterapkan penuh bagi Syuriyah (Rais Aam) dan Tanfidziyah (Ketua Umum) di Muktamar mendatang," ujarnya. (*/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan




