Waduk Retensi Giant Sea Wall Bisa Dimanfaatkan untuk Air Baku

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) mengungkapkan air dari waduk retensi Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) dapat dimanfaatkan untuk air baku atau air bersih bagi masyarakat.

"Waduk retensi gunanya untuk bisa menjadi air tawar ke depannya," ujar Kepala BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf, Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 23 Februari 2026.

Untuk pemanfaatan air dari waduk retensi tersebut, lanjut dia, akan diatur pemerintah daerah masing-masing di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa, bukan BOPPJ.

"Tapi saya menyarankan bahwa waduk retensi yang kami buat itu dapat bermanfaat untuk digunakan sebagai air baku, air bersih bagi penduduk," kata Didit.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebutkan Proyek Strategis Nasional Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall) siap dibangun membentang di pantai utara Jawa (Pantura) untuk melindungi 50 juta penduduk dari tingginya permukaan air laut.

Prabowo menjelaskan pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang 535 kilometer di Pantura menjadi solusi pemerintah dalam menghadapi kenaikan air laut sekitar 5 sentimeter per tahun akibat dampak perubahan iklim.

Dia menilai ancaman perubahan iklim sudah di depan mata. Selain itu, sebanyak 60 persen industri nasional berada di kawasan pantai utara Jawa.
  Baca Juga:  BOPPJ Percepat Sistem Perlindungan Terintegrasi Pantura Jawa

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa atau BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf (tengah) dalam media briefing di Jakarta, Senin (23/2/2026). (ANTARA/Aji Cakti)

Lahan sawah produktif yang menjadi lumbung pangan nasional juga dapat terancam jika tanggul laut tidak segera dibangun. Prabowo menegaskan langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi rakyat dan aset strategis bangsa.

Proyek tanggul laut raksasa menjadi salah satu program strategis nasional (PSN) pemerintahan Prabowo untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman rob dan dampak perubahan iklim.

Sejumlah fase pembangunan Giant Sea Wall akan ditawarkan untuk kerja sama pendanaan dengan negara mitra. Nantinya, pembiayaan proyek difokuskan pada skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dalam kesempatan sebelumnya, Prabowo menjelaskan pembangunan proyek tanggul laut yang telah masuk dalam perencanaan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) sejak 1995 itu membutuhkan biaya sedikitnya USD80 miliar atau setara Rp1.297 triliun.

Meski sudah masuk dalam perencanaan sejak 1995, Prabowo tidak merasa kecil hati karena mega proyek itu baru akan selesai hingga berganti kepemimpinan Presiden.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UBO Terbuka, Likuiditas Semu Terbongkar: Ujian Besar Pasar Modal RI
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kecelakaan Maut di Lamongan, Mobil Sedan Tabrak Pohon Tewaskan 2 Penumpang
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Bupati Kudus Imbau ASN Berdonasi untuk Bantu PPPK Paruh Waktu yang Tidak Dapat THR, Sebut Tidak Ada Pemaksaan dan Diharapkan Dilakukan dengan Ikhlas
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
RUU Baru Batasi Masa Jabatan PM Malaysia Selama 10 Tahun
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemkot Bekasi Gelontorkan Rp 3,5 Miliar untuk Perbaikan Permanen Jalan Raya Caringin
• 38 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.