Peneliti Israel Ungkap 50% Umur Manusia Ditentukan Sejak di Kandungan

cnbcindonesia.com
20 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Wanita Hamil (Photo by Juan Encalada on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peneliti Israel menemukan salah satu dari sekian banyak faktor lamanya seseorang hidup.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Institut Sains Weizmann. Mereka menjelaskan penelitiannya menemukan gen menjadi alasan faktor umur panjang sekitar 50%.


"Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda," kata penulis utama dan mahasiswa doktoral bidang fisika di Institut Sains Weizmann, Ben Shenhar, dikutip dari Times of Israel, Selasa (24/2/2026).

Studi sebelumnya menggunakan gen dari kembar Swedia dan Denmark yang berasal dari abad ke-19. Penelitian terbaru mencoba menghitung faktor pengaruhnya.

Pada temuan terbaru mengungkapkan salah satu faktor kematian adalah mortalitas ekstrinsik, yakni faktor lain dari luar tubuh. Faktor ini tidak diperhitungkan oleh penelitian sebelumnya, begitu juga kekerasan, kecelakaan, dan penyakit menular.

Pilihan Redaksi
  • Orang Kawin Campur dengan Spesies Lain, Umur Anak Hanya 5 Tahun
  • Arab Saudi Ngamuk Dubes AS Sebut Israel Berhak atas Timur Tengah

Para peneliti menggunakan rumus matematika dalam menghitung mortalitas ekstrinsik dari orang kembar. Sebelumnya telah diteliti kembar yang meninggal pada usia 90 tahun dengan alasan alami, sementara kembar lainnya meninggal karena penyakit menular pada usia 30 tahun.

Mortalitas ekstrinsik yang diteliti saat masih hidup, sebelum era antibioktik, menghasilkan 10 kali lebih tinggi dari sekarang. Khususnya karena penyakit menular telah mudah disembuhkan.

Dengan data baru, para peneliti telah memvalidasi prediksi kematian ektrinsik menutupi heritabilitas atau bagian dari keragaman yang terpengaruh oleh genetik.

Penulis studi senior dan ahli biologi sistem Weizmann Institute, Uri Alon mengatakan studi kembar sebelumnya menggunakan metode statistik menghasilkan sifat lain seperti tinggi badan, tekanan darah, serta sifat kepribadian. Namun, tidak terdampak oleh mortalitas ekstrinsik.

"Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khsuus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik. Karena penyebab kematian tidak dicatat dalam studi kembar lama, jadi tidak dikoreksi," ucapnya.

Gen berdampak pada umur panjang dalam dua arah. Yakni cacat genetik yang melemahkan yang bisa menyebabkan penyakit dan memperpendek umur, serta yang bisa bermanfaat untuk umur panjang.

Shenhar mencontohkan seseorang bisa berusia 100 tahun tanpa kondisi medis serius. Kemungkinan karena memiliki gen pelindung untuk penyakit bisa berkembang saat usia terus bertambah.

"Sejumlah gen telah diidentifikasi, meskipun seperti kebanyakan sifat kompleks, usia panjang mungkin dipengaruhi ratusan bahkan ribuan gen." pungkasnya.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pengguna iPhone Tak Bisa Pakai QRIS Terbaru, Apple Datangi BI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Khofifah Perluas Pasar Murah Selama Ramadan untuk Stabilkan Harga Sembako
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Samsung Innovation Campus Batch 7 Umumkan Dua Tim Terbaik Pengembang Solusi AI dan IoT
• 12 jam laluerabaru.net
thumb
Meksiko sebut kartel tewaskan 24 personel garda Nasional
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
5 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta pada 25 Februari 2026
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Komisi XII DPR Minta ESDM Hitung Akurat Kebutuhan Energi Ramadan–Lebaran
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.