Washington (ANTARA) - Sekretaris Keamanan dan Perlindungan Sipil Omar Garcia Harfuch pada Senin mengatakan bahwa gelombang kekerasan di Negara Bagian Jalisco, Meksiko, menewaskan 25 anggota Garda Nasional.
“Pasca upaya penahanan El Mencho, terjadi 27 serangan terhadap aparat yang merupakan tindakan pengecut. Di Negara Bagian Jalisco saja, enam serangan dilaporkan menewaskan 25 anggota Garda Nasional, seorang petugas pengawal, serta satu personel Kejaksaan Negara Bagian,” ujar Harfuch saat menjelaskan kekerasan yang terjadi pada Minggu.
Sekretaris tersebut lebih lanjut melaporkan bahwa seorang wanita sipil, serta tiga puluh anggota kejahatan terorganisir, tewas akibat kekerasan di Jalisco. Selain itu, negara bagian tetangga Michoacan mencatat 13 aksi agresi yang menyebabkan tujuh penjahat tewas dan 15 anggota penegak hukum terluka.
Sepanjang gelombang kekerasan tersebut, penegak hukum mencatat 85 penghalang jalan ditempatkan di jalan raya federal di sebelas negara bagian, termasuk Baja California, Michoacan, Jalisco, Sinaloa, dan Veracruz, kata Harfuch. Sebagian besar penghalang jalan telah dihapus kemarin, dan jalan raya utama sudah bersih, tambahnya.
Harfuch menekankan bahwa sebagai hasil dari operasi penegakkan hukum, 70 penjahat ditahan di tujuh negara bagian.
Pada 22 Februari, Sekretariat Pertahanan Nasional Meksiko mengumumkan operasi untuk menangkap Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho,” yang kemudian meninggal akibat luka-luka yang dideritanya saat dalam perjalanan menuju Kota Meksiko.
Kartel tersebut kemudian melakukan pembalasan dengan melancarkan gelombang kekerasan di sejumlah negara bagian, termasuk memasang blokade jalan, membakar stasiun pengisian bahan bakar, bank, serta kendaraan, dan menyerang aparat keamanan di puluhan kota dan wilayah administratif.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Meksiko diam-diam serahkan hampir 100 anggota kartel ke AS sejak 2025
Baca juga: Meksiko membara imbas kerusuhan kartel, Kemlu pastikan WNI tetap aman
Baca juga: Guatemala tingkatkan keamanan perbatasan, pascaoperasi militer Meksiko
“Pasca upaya penahanan El Mencho, terjadi 27 serangan terhadap aparat yang merupakan tindakan pengecut. Di Negara Bagian Jalisco saja, enam serangan dilaporkan menewaskan 25 anggota Garda Nasional, seorang petugas pengawal, serta satu personel Kejaksaan Negara Bagian,” ujar Harfuch saat menjelaskan kekerasan yang terjadi pada Minggu.
Sekretaris tersebut lebih lanjut melaporkan bahwa seorang wanita sipil, serta tiga puluh anggota kejahatan terorganisir, tewas akibat kekerasan di Jalisco. Selain itu, negara bagian tetangga Michoacan mencatat 13 aksi agresi yang menyebabkan tujuh penjahat tewas dan 15 anggota penegak hukum terluka.
Sepanjang gelombang kekerasan tersebut, penegak hukum mencatat 85 penghalang jalan ditempatkan di jalan raya federal di sebelas negara bagian, termasuk Baja California, Michoacan, Jalisco, Sinaloa, dan Veracruz, kata Harfuch. Sebagian besar penghalang jalan telah dihapus kemarin, dan jalan raya utama sudah bersih, tambahnya.
Harfuch menekankan bahwa sebagai hasil dari operasi penegakkan hukum, 70 penjahat ditahan di tujuh negara bagian.
Pada 22 Februari, Sekretariat Pertahanan Nasional Meksiko mengumumkan operasi untuk menangkap Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho,” yang kemudian meninggal akibat luka-luka yang dideritanya saat dalam perjalanan menuju Kota Meksiko.
Kartel tersebut kemudian melakukan pembalasan dengan melancarkan gelombang kekerasan di sejumlah negara bagian, termasuk memasang blokade jalan, membakar stasiun pengisian bahan bakar, bank, serta kendaraan, dan menyerang aparat keamanan di puluhan kota dan wilayah administratif.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Meksiko diam-diam serahkan hampir 100 anggota kartel ke AS sejak 2025
Baca juga: Meksiko membara imbas kerusuhan kartel, Kemlu pastikan WNI tetap aman
Baca juga: Guatemala tingkatkan keamanan perbatasan, pascaoperasi militer Meksiko





