Geliat BSI (BRIS) Bidik 1 Juta Nasabah lewat Tabungan Umrah

katadata.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) membidik hingga 500 ribu nasabah seusai meluncurkan produk BSI Tabungan Umrah, awal pekan ini. Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, menyebut tren perjalanan umrah masyarakat Indonesia terus melonjak.

"Sepanjang 2025, kata dia, jumlah jemaah umrah asal Indonesia tercatat melampaui dua juta orang atau tumbuh sekitar 36% secara tahunan atau year on year (YoY)," kata Anton di Jakarta, Senin (23/2). 

Menurut dia, kenaikan itu seiring dengan panjangnya antrean keberangkatan haji dan kuatnya tren gaya hidup halal di masyarakat. Kondisi ini membuat ibadah umrah tidak lagi dipandang sebagai aktivitas musiman, melainkan mulai berkembang menjadi bagian dari wisata religi yang juga mencerminkan gaya hidup spiritual generasi baru.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, Anton mengatakan BRIS juga melihat adanya pergeseran profil jemaah umrah. Sebelumnya, jemaah didominasi oleh generasi baby boomers. Namun kini pasar umrah mulai diisi oleh kelompok usia yang lebih muda. 

Tak hanya itu, dia mengatakan generasi milenial hingga Gen Z semakin banyak yang merencanakan perjalanan spiritual sejak usia dini. Ia menilai perubahan ini sebagai sinyal kuat bagi industri perbankan syariah untuk masuk lebih dalam ke sektor Islamic ecosystem terutama halal lifestyle.

“Sehingga pendekatan kepada generasi Milenial dan Gen-Z dilakukan dengan edukasi dan literasi agar mereka dapat mewujudkan mimpinya dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berbasis perencanaan keuangan,” ujarnya.

Anton juga menyebut hadirnya BSI Tabungan Umrah sebagai solusi terintegrasi bagi calon jemaah dalam mempersiapkan perjalanan ibadah. Melalui produk ini, BSI menyediakan layanan end-to-end mulai proses menabung, pembelian paket umrah, hingga kemudahan transaksi selama berada di Tanah Suci menggunakan kartu BSI Debit Mabrur.

Ia menjelaskan, BSI Tabungan Umrah juga untuk membantu calon jemaah yang memiliki keterbatasan finansial maupun yang membutuhkan perencanaan keuangan lebih matang sebelum berangkat. 

Menurut Anton, rekening ini dapat dibuka dengan setoran awal mulai dari Rp 100 ribu dan tidak dikenakan biaya administrasi bulanan. Konsepnya mengusung satu rekening yang dapat digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan perjalanan umrah sehingga berfungsi untuk menjembatani tingginya minat masyarakat untuk beribadah dengan kemampuan finansial yang dimiliki.

Dia menuturkan, kehadiran produk BSI ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis haji dan umrah, baik pada segmen business to customer (B2C) maupun business to business (B2B). Selain menyasar nasabah individu, BSI juga menggandeng berbagai pelaku usaha travel sebagai mitra strategis dalam pengelolaan dana calon jemaah. 

Ia mengatakan, kolaborasi ini sekaligus mendukung optimalisasi arus kas melalui layanan cash management BEWIZE sehingga ekosistem industri haji dan umrah dapat terkelola secara lebih terintegrasi.

“Saat ini, jumlah rekanan travel BSI mencapai sekitar 3.000 perusahaan,” kata Anton. 

Ia juga berharap BSI Tabungan Umrah diharapkan menjadi close loop pada ekosistem wisata halal dengan fitur pembelian paket umrah travel melalui BYOND by BSI. Itu dikarenakan produk ini terintegrasi dengan fitur pembelian paket umrah melalui aplikasi BYOND by BSI. Ia menyebut nasabah dapat mengakses paket yang telah dikurasi, melakukan pembayaran fleksibel, dan menikmati berbagai promo untuk mendukung kenyamanan ibadah.

Lewat langkah ini, BSI tidak sekadar meluncurkan produk baru, tetapi sedang menancapkan posisi di jantung ekosistem umrah nasional. Di tengah ledakan minat umrah, kata Anton, BSI ingin memastikan ibadah ke Tanah Suci kini bisa direncanakan sejak dini, bukan lagi menunggu usia senja.

“Pada tahap awal, BSI menargetkan Tabungan Umrah dapat menarik lebih dari satu juta nasabah dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dana murah BSI,” ujarnya.  

Hingga Desember 2025, dana pihak ketiga (DPK) BSI tumbuh 16,20% (yoy) menjadi Rp 380 triliun. Adapun porsi dana murah (CASA) BSI juga mencapai 61,62% atau Rp 234 triliun. Lalu pertumbuhan tabungan tercatat sebesar 15,72% (yoy) menjadi Rp 162,63 triliun.

Anton mengatakan dengan inisiatif ini, BSI optimistis dapat memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang lebih siap secara spiritual dan finansial. Ia juga berharap tabungan umrah ini menjadi entry gate ekosistem haji dan umrah yang bisa digarap secara maksimal. 

“Sinergi antara bank syariah, travel haji dan umrah maupun bisnis-bisnis lain yang menjadi multiplier effect ibadah umrah,” ucap Anton.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bakal Dikuasai Dragonmine, Peluang Berkah Prima (BLUE) Ganti Core Business Terbuka Lebar
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Get Ready With Nashwa Zahira, Inspirasi OOTD Ramadan Stylish di Shopee Big Ramadan Sale
• 20 menit laluidxchannel.com
thumb
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Kasih Bocoran soal Sinewara, Bioskop Milik Negara
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Sego Boran Lamongan Resmi Ditetapkan Warisan Budaya tak Benda Indonesia
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Celaka Koridor 13: 2 Bus Transjakarta Bertabrakan karena Sopir Tertidur
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.