JAKARTA, KOMPAS.com - Dua bus Transjakarta mengalami tabrakan di jalur layang khusus Transjakarta atau disebut jalur langit wilayah Cipulir, Jakarta Selatan, pada Senin (23/2/2026) pagi.
Bus dengan nomor MYS 17100 yang melaju menuju Blok M, Jakarta Selatan, membawa 24 penumpang. Sementara itu, bus bernomor operator BMP 263 yang datang dari arah berlawanan menuju Petukangan, Jakarta Selatan, tidak membawa penumpang.
Kecelakaan terjadi di dekat Halte Cipulir, tepatnya di tikungan sebelum halte. Akibat insiden tersebut, para penumpang mengalami luka-luka. Meski bagian depan kedua bus ringsek cukup parah dan kaca pecah, kedua sopir dilaporkan dalam kondisi selamat.
Baca juga: Hukuman Berat Menanti Brimob Penganiaya Pelajar
Kronologi kejadian
Peristiwa bermula sekitar pukul 07.00 WIB. Bus MYS 17100 yang dikemudikan AS melaju menuju Halte Cipulir dengan mengambil sisi kiri jalur sebagaimana mestinya.
Dari arah berlawanan, bus BMP 263 yang dikemudikan Y melintas tanpa penumpang. Namun, alih-alih tetap berada di jalur kanan, bus tersebut justru masuk ke jalur kiri yang merupakan arah berlawanan.
KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA Kondisi bus Transjakarta di jalur langit dekat Halte Cipulir, Jakarta Selatan, dengan pecahan kaca di dalamnya saat dibersihkan petugas, Senin (23/2/2026).
Diduga lepas kendali, bus yang dikemudikan Y kemudian menabrak bus MYS 17100 yang berada tepat di hadapannya, sehingga terjadi tabrakan adu banteng.
Atas kejadian ini, Transjakarta melalui Kepala Departemen Humas dan CSR, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf.
“Transjakarta memohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden kecelakaan yang melibatkan armada bus operator BMP 263 dan MYS 17100 di Koridor 13 ruas Swadarma arah Cipulir pagi ini,” kata Ayu dalam keterangannya, Senin.
Pada pukul 10.45 WIB, kedua bus telah selesai dievakuasi menggunakan mobil derek Transjakarta. Pecahan kaca yang sempat berhamburan di badan jalan juga telah dibersihkan.
Baca juga: Ada 2 Demo di Jakarta Hari ini, Waspadai Kemacetan di Lokasi Berikut
Sopir mengantuk
Kepala Subdit Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, kecelakaan terjadi karena salah satu pengemudi mengantuk.
Y sebagai sopir yang keluar jalur mengaku sempat tertidur sejenak saat itu.
“Y mengakui tertidur saat mengemudi, akibatnya kendaraannya masuk jalur yang berlawanan sehingga terjadi tabrakan adu banteng,” kata Ojo kepada wartawan, Senin.
Sementara itu , Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Y mengalami kelelahan karena bekerja selama dua hari ke belakang.
“Dan memang dalam kondisi bekerja dua hari, ngantuk mungkin karena tidak bisa mengontrol, akhirnya bisnya masuk ke lajur yang berlawanan,” ucap Pramono saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta Utara.