Hakim Cecar Komunikasi Nadiem dan Pihak Gojek Saat Jabat Menteri

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Hakim Anggota Sunoto mendalami soal komunikasi antara eks Mendikbudristek Nadiem Makarim dengan para pemegang kuasanya di PT Gojek Indonesia dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB).

Hal ini hakim tanyakan ketika Komisaris PT Gojek Tokopedia TBK, Andre Sulistyo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.

Andre mengatakan, dia masih menjalin komunikasi dan menginformasikan beberapa keputusan perusahaan kepada Nadiem yang saat itu menjabat menteri.

“Pembicaraan terhadap Pak Nadiem mengenai urusan perusahaan lebih ke sekadar eh memberikan informasi saja, yang mulia,” ujar Andre dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (23/2/2025).

Baca juga: Nadiem Ungkap Alasan Rapat Zoom Kemendikbudristek Tidak Boleh Direkam

Diketahui, Nadiem melepas semua jabatannya di Gojek dan perusahaan afiliasinya sebelum dilantik menjadi Mendikbud di tahun 2019.

Tetapi, Nadiem yang masih memegang sejumlah saham di Gojek dan AKAB menunjuk Andre Sulistyo dan Co-Founder Gojek, Kevin Aluwi, sebagai pemegang kuasa atas sahamnya.

Andre dan Kevin selaku pemegang kuasa juga menandatangani seluruh dokumen dan mengambil keputusan besar di Gojek atau AKAB, bukan lagi Nadiem.

Misalnya, dalam investasi Google ke PT AKAB pada 12 Maret 2020 senilai 59 juta dollar Amerika Serikat, dokumen investasi ini ditandatangani oleh Kevin dan Andre, serta tidak dilaporkan terlebih dahulu kepada Nadiem.

“Apakah pernah terjadi Nadiem menolak suatu aksi korporasi yang saudara ajukan? Kalau pernah apa yang ditolak, kalau tidak pernah, nah majelis akan mencatat itu,” kata Hakim Sunoto.

Andre menjelaskan, Nadiem tidak pernah menyatakan penolakan. Dan, keputusan besar di PT AKAB dan Gojek harus disetujui pemegang saham.

Jika disetujui pemegang saham, aksi atau tindakan korporasi itu baru bisa dijalankan dan dokumennya ditandatangani Andre serta Kevin.

Hakim lantas mencecar terkait sejumlah aksi korporasi dalam skala besar. Salah satunya terkagit merger dengan Tokopedia.

Baca juga: Keluarga Jamin Nadiem Tak Akan Lari Jika Penahanan Ditangguhkan

“Ketika saudara akan menandatangani aksi korporasi besar ya, seperti penerimaan investasi Google, merger dengan Tokopedia, atau penerbitan saham baru senilai ratusan juta dollar. Apa yang saudara lakukan terlebih dahulu? Apakah saudara memutuskan sendiri berdasarkan kuasa, atau saudara terlebih dahulu memastikan kehendak Nadiem selaku pemberi kuasa?” Tanya hakim.

Andre menjelaskan, aksi korporasi dalam skala besar itu harus meminta persetujuan pemegang saham. Tetapi, keputusan bisnis yang dilakukan berdasarkan inisiatif Kevin dan Andre secara mandiri.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Mereka tidak meminta izin lebih dahulu kepada Nadiem selaku Founder Gojek. Pasalnya, Nadiem sudah memberikan kuasa kepada mereka berdua untuk bertindak secara mandiri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tekanan Meningkat, MSIG Life Lihat Peluang di Produk Tradisional
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mengenal Fitur Baru Threads, Langsung Terhubung ke Instagram Story tanpa Keluar Aplikasi
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jadwal Proliga 2026 Seri Sentul: Penentuan Nasib Megawati Hangestri Cs Diperebutan Juara Putaran Kedua Babak Reguler
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Bocah Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi, Keluarga Minta Pendampingan KPAI
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Belanja Terlalu Agresif di Awal 2026, Ekonom Ingatkan Risiko Tekanan Kas Negara
• 13 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.