PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) menilai industri asuransi jiwa masih menghadapi sejumlah tantangan pada 2026, mulai dari penurunan jumlah kelas menengah yang berdampak pada daya beli, tingginya klaim kesehatan, hingga ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar keuangan. Meski demikian, perseroan tetap melihat peluang pertumbuhan seiring pemulihan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan proteksi kesehatan.
CEO & President Director MSIG Life Wianto Chen menyebut pertumbuhan positif industri masih ditopang oleh permintaan terhadap produk tradisional dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan perlindungan kesehatan.
“Optimis pertumbuhan positif, didorong pemulihan ekonomi, peningkatan kebutuhan proteksi kesehatan, dan produk tradisional,” kata Wianto kepada Warta Ekonomi, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: Optimalkan Kenyamanan Pasien dan Keluarga, MSIG Life Hadirkan My Prime Hospital Network
Untuk merespons kondisi tersebut, MSIG Life menyiapkan portofolio yang lebih seimbang dengan produk yang tersegmentasi sesuai kebutuhan pasar.
Perseroan juga menilai dukungan kebijakan diperlukan untuk memperkuat produk endowment dan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) agar dapat berperan sebagai penggerak aset industri.
Di tengah tantangan tersebut, MSIG Life optimistis target Otoritas Jasa Keuangan terkait pertumbuhan aset industri asuransi sebesar 5%–7% secara tahunan (year on year/YoY) pada 2026 tetap dapat dicapai.
Ia menilai proyeksi regulator masih realistis dengan catatan adanya sinergi kebijakan antara otoritas dan pelaku industri.
“Target tersebut achievable, dengan kolaborasi regulator dan industri yang solid, kebijakan yang mendukung penguatan produk endowment dan PAYDI sebagai penggerak aset industri, serta level playing field yang adil antara asuransi jiwa dan instrumen investasi lain,” ujarnya.
Baca Juga: Klaim Asuransi Umum Tembus Rp48,96 Triliun di Akhir 2025
Sebelumnya, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa sektor perasuransian nasional ditargetkan tumbuh 5%–7% year on year pada 2026. Target tersebut disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 sebagai bagian dari proyeksi pertumbuhan sektor jasa keuangan.





