Bisnis.com, JAKARTA —Emiten pergudangan Grup Astra, PT Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP) membukukan penurunan laba bersih pada 2025 meskipun pendapatan perusahaan tumbuh positif.
Merujuk laporan keuangan 2025 yang diaudit, MMLP mengantongi pendapatan Rp355,65 miliar atau tumbuh 3,59% year-on-year (YoY) dari Rp343,32 miliar pada 2024.
Pendapatan Mega Manunggal Property terutama berasal dari sewa gudang dan ruang kantor yang diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pembayaran sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Selain pendapatan dari sewa operasi, MMLP juga memperoleh pendapatan dari manajemen properti dan jasa penasihat dana strategis yang diakui pada suatu periode waktu pada saat jasa diberikan.
Lebih terperinci, pendapatan MMLP bersumber dari sewa kantor dan gudang Rp317,48 miliar, utilitas Rp18,77 miliar, jasa penasihat dana strategis Rp7 miliar, sewa peralatan Rp3,48 miliar, lain-lain Rp2,36 miliar, dan pihak berelasi Rp6,54 miliar.
MMLP mengantongi pendapatan yang nilainya signifikan dari PT Lastana Express Indonesia (Lazada Express) Rp80 miliar dan PT DHL Supply Chain Indonesia Rp55,3 miliar pada 2025.
Di pos pengeluaran, MMLP membukukan beban sebesar Rp204,73 miliar, biaya keuangan Rp157,61 miliar, pajak penghasilan final Rp35,39 miliar.
Meski pendapatan naik, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih MMLP mengalami penurunan tajam.
Pada 2025, MMLP meraih laba bersih Rp63,2 miliar atau 73,86% YoY dari Rp241,83 miliar pada 2024. Dengan catatan, laba bersih MMLP pada 2024 disokong oleh kenaikan nilai wajar atas properti investasi sebesar Rp200,25 miliar.
Emiten Grup Astra itu membukukan aset Rp6,61 triliun pada akhir 2025. Pada saat yang sama, total liabilitas MMLP Rp1,83 triliun dan total ekuitasnya Rp4,78 triliun.
Sebagai informasi, sejak September 2025, PT Saka Industrial Arjaya adalah entitas induk dari MMLP dan entitas anaknya. SIA dikendalikan oleh PT Astra International Tbk., perusahaan yang didirikan di Indonesia. Sementara itu, perusahaan induk utama Astra adalah Jardine Matheson Holdings Limited, perusahaan yang didirikan di Bermuda.





