Cetak Sejarah, Rob Jetten Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Termuda Belanda

mediaindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita

ROB Jetten resmi mengukir sejarah baru dalam kancah politik Eropa. Pria berusia 38 tahun tersebut telah dilantik  Raja Willem-Alexander di Istana Huis ten Bosch, Den Haag, pada Senin (23/2) waktu setempat, sebagai Perdana Menteri Belanda termuda sekaligus pemimpin pertama yang terbuka secara terang-terangan mengenai identitasnya sebagai penyuka sesama jenis (gay).

Kemenangan tipis partai Jetten, Democrats 66 (D66), atas populis anti-Islam Geert Wilders pada pemilu Oktober lalu mengantarkannya ke kursi kekuasaan. Jetten menggantikan Dick Schoof, yang memimpin salah satu pemerintahan tersingkat dalam sejarah Belanda.

Pemerintahan Minoritas yang Menantang

Baca juga : Resmi! Persib Bandung Ikat Dion Markx, Tembok Muda Anyar Maung Bandung

Jetten akan memimpin pemerintahan koalisi minoritas yang terdiri dari partainya (D66) bersama Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD) serta Seruan Demokrat Kristen (CDA). Dalam susunan kabinet ini, D66 menempatkan tujuh menteri, disusul VVD dengan enam menteri, dan CDA dengan lima menteri.

Sebagai pemerintahan minoritas, posisi Jetten tergolong rawan. Setiap kebijakan besar, mulai dari tambahan anggaran pertahanan sebesar €19 miliar hingga pemotongan anggaran layanan kesehatan dan tunjangan yang kontroversial, harus dinegosiasikan suara demi suara di parlemen. Salah satu poin sensitif dalam kesepakatan koalisi adalah pengetatan aturan pencari suaka, di mana pengungsi diwajibkan mengajukan permohonan suaka dari luar wilayah Eropa.

Baca juga : Ledakan Gas Hebat Guncang Pusat Kota Utrecht, Sejumlah Bangunan Hancur

Menepis Julukan "Robot"

Dulu, Jetten sering diejek dengan julukan "Robot Jetten" karena penampilannya yang kaku dan terlalu terlatih di televisi. Namun, Jetten berhasil melakukan transformasi citra menjadi sosok yang tenang, murah senyum, dan penuh energi. Bagi para pendukungnya, ia dianggap sebagai antitesis dari Geert Wilders, sosok muda, optimis, pro-Uni Eropa, dan liberal secara sosial.

Identitas seksual Jetten hampir tidak menjadi isu selama kampanye di Belanda, yang menunjukkan betapa matangnya kesetaraan LGBTQ di negara tersebut. Namun di tingkat global, ia kini bergabung dalam klub elite pemimpin dunia yang secara terbuka mengakui identitas gay mereka.

Komitmen untuk Semua Warga

Melalui akun X pribadinya sebelum pelantikan, Jetten mengungkapkan rasa bangganya memimpin fase baru bagi negaranya.

"Bangga bisa melakukan ini bersama-sama. Dalam fase baru, dengan tanggung jawab besar dan, di atas segalanya, janji bersama untuk bekerja bagi semua orang di Belanda. Dengan tidak terpaku pada apa yang salah, tetapi dengan membangun apa yang bisa diperbaiki. Itu membutuhkan keberanian dan kolaborasi."

Setelah resmi dikukuhkan, Jetten mengunggah foto resminya di Instagram dengan pesan singkat yang tegas: "Ayo mulai bekerja."

Meski begitu, tantangan besar sudah menanti di depan mata. Geert Wilders telah menyatakan akan menentang setiap inisiatif pemerintahan Jetten. Sementara itu, Jesse Klaver, pemimpin aliansi oposisi GreenLeft-Labour, mengkritik keras rencana keuangan pemerintah.

"Rakyat biasa akan membayar ratusan Euro lebih mahal, sementara orang-orang terkaya tidak diminta membayar ekstra apa pun. Itu tidak adil dan tidak akan membantu Belanda maju," tegas Klaver. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sudah Ikhtiar tapi Rezeki Terasa Seret? Ini Nasihat Menyentuh Syekh Ali Jaber
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Satpolairud Polres Pelabuhan Makassar Sambangi Nelayan Paotere
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Slot Berharap Wirtz Kembali saat Liverpool Hadapi West Ham
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Sudah 31 Kecelakaan dalam Sebulan, KAI Daop 1 Minta Warga Tak Ngabuburit di Jalur Kereta
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Apa Kabar Jesus Casas? Pernah Dikaitkan dengan Timnas Indonesia, Begini Nasibnya Sekarang
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.