Survei Medsos Median: 55,7% Responden Percaya RI Konsisten Bela Palestina Meski Gabung BoP

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Lembaga Survei Median merilis temuan persepsi responden di media sosial terhadap bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS Donald Trump. Mayoritas responden masih percaya kalau Indonesia tetap konsisten bela Palestina meski gabung Board of Peace.

Survei ini digelar dalam periode 10-14 Februari 2026 dengan total 1.200 responden yang tersebar dari seluruh provinsi. Metode survei dilakukan dengan kuesioner berbasis Google Form yang disebar ke para responden di platform media sosial dengan target pengguna aktif media sosial berusia 17 sampai 60 tahun ke atas.

Peneliti kemudian menelepon balik para responden yang mengisi Google Form tersebut untuk menyocokkan kesesuaian isi. Secara demografi, proporsional responden laki-laki dan perempuan 50,6% dan 49,4%. Responden terbanyak berada di Pulau Jawa dengan proporsi 40,2%.

"Kami membuat pertanyaan-pertanyaan di dalam Google Form. Kemudian kami sebaarkan kami blasting ke provinsi-provinsi yang ada. Setelah itu kami menerima respons dari mereka dan bagi mereka yang memberikan jawaban kami melakukan kontak lagi untuk memastikan kesesuaian isi," kata Direktur Riset Lembaga Survei Median Ade Irfan Abdurahman saat memaparkan metode penelitian dari survei tersebut, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Menteri Israel Desak Hamas Lucuti Senjata, Ancam Akan Duduki Seluruh Gaza

Kembali ke hasil survei, Direktur Eksekutif Riset Lembaga Survei Median Rico Marbun memaparkan bahwa mayoritas responden yakni 55,7% percaya bahwa pemerintah konsisten bela Palestina meski gabung Board of Peace.

"Pemerintah masih memiliki modal kepercayaan yang cukup: Sebanyak 55,7% Percaya pemerintah tetap akan konsisten bela Palestina meski tergabung BoP, ini tentu perlu dimanfaatkan sebaik mungkin," kata Rico.

Rico menilai pemerintah saat ini masih memiliki modal sosial yang cukup kuat di mata publik. Modal tersebut, kata dia, bisa menjadi bekal penting bagi pemerintah untuk melakukan berbagai penyesuaian ataupun perbaikan terhadap situasi yang berkembang.

"Pemerintah ini sebenarnya masih punya modal sosial yang cukup ya sebagai pemerintahnya. Modal sosial yang cukup untuk melakukan adjustment atau perbaikan terhadap situasi," ujar Rico.

"Jadi kalau kita melihat bahwa ada tendensi yang cukup negatif begitu, tetapi ternyata masih ada sekitar 55,7 persen yang percaya pemerintah itu masih konsisten, begitu ya, untuk membela Palestina meskipun bergabung dengan Board of Peace," lanjutnya.

Kemudian temuan lain, Rico mengungkap 50,4% responden menyatakan tidak setuju Indonesia gabung ke dalam Board of Peace. Penolakan utama didorong oleh kekhawatiran bahwa Board of Peace akan dominasi Amerika/Israel (14,6%) dan keberatan terhadap biaya iuran sebesar 17 triliun rupiah (9,6%), keadaan Palestina yang belum merdeka (6,8%).

Baca juga: Ketua MPR: RI Gabung BoP Keberanian Diplomasi, Penting Bagi Perdamaian di Gaza

Sementara, terdapat 34,8% responden menyatakan setuju Indonesia gabung Board of Peace. Dengan alasan mayoritas demi kemerdekaan Palestina (15%), memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional (10,2%), dan upaya perdamaian dunia (9,2%).

Dalam survei itu juga dilaporkan bahwa 73,3% responden menyatakan tidak setuju jika Indonesia membayar keanggotaan Board of Peace senilai USD 1 miliar atau senilai Rp 17 triliun. Sementara 23,1% responden menyatakan setuju dan 3,6% tidak menjawab.

Survei juga mempertanyakan terkait pengiriman pasukan Indonesia, sebanyak 36.4% menyatakan setuju, 36.6% tidak setuju, dan 27% tidak tahu atau ragu.

Baca juga: RI Siap Kirim 8.000 Tentara ke Gaza, Menkomdigi: Hampir 50% Target BoP




(eva/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kata Bojan Hodak Usai Dion Markx Debut dengan Persib: Butuh Adaptasi di Liga Indonesia
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Said Abdullah Tegaskan DPR Tidak Pernah Putuskan Penutupan Ritel Modern
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BGN Ingatkan Anggaran Bahan Makanan MBG Rp 8 Ribu - Rp 10 Ribu, Bukan Rp 15 Ribu
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Demi Keluarga, Sairan Pilih Kerja di Kolam Sidat Nusakambangan Usai Bebas
• 22 jam laludetik.com
thumb
Sidang Praperadilan Eks Menag Yaqut Ditunda hingga 3 Maret 2026
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.