Hujan melanda sejumlah wilayah Provinsi Bali sejak Sabtu (21/1) lalu. Sejumlah titik tercatat mengalami bencana hidrologi seperti banjir, longsor dan pohon tumbang.
Kalaksa BPBD I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengatakan, wilayah terdampak banjir terpantau di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Ketinggian air antar 30 sentimeter hingga 80 sentimeter.
"Banjir Jalan Griya Anyar arah simpang dewa Ruci, ketinggian 80 sentimeter," katanya.
Di Kota Denpasar terdapat 21 titik banjir yang tersebar di Kelurahan Sanur, Kelurahan Sesetan, Kelurahan Renon, Jalan Imam Bonjol, Jalan Hayam Wuruk dan lainnya.
Di Kabupaten Badung terdapat 5 titik banjir yang tersebar di Kelurahan Kuta, Jimbaran, Legian, dan Seminyak.
Pohon tumbang dan tanah longsor tercatat di Kabupaten Gianyar, Buleleng dan Tabanan. Menurut Teja, hingga saat ini belum ada korban jiwa akibat bencana hidrologi ini.
"Saat ini seluruh peristiwa kebencanaan hidrologi masih dalam proses penanganan. Korban nihil," katanya.
Dia menambahkan, BMKG mengeluarkan peringatan dini tertanggal 24 Februari 2026, dengan status waspada berlaku untuk wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Bangli, Buleleng, Gianyar, Karangasem dan Klungkung.
Status siaga di Wilayah Kabupaten Badung, Jembrana dan Tabanan. Seluruh warga diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang yang berpotensi terjadi di daerah longsor, bantaran sungai dan kawasan dengan drainase kurang optimal.





