Bursa Asia Bergejolak Terguncang Putusan Mahkamah Agung AS Soal Tarif Trump

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik bergerak beragam pada pembukaan perdagangan, Selasa, 24 Februari 2026. Fluktuasi dipicu sikap investor tengah mempertimbangkan ancaman tarif baru dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI).

Melalui unggahan di Truth Social pada hari Senin, 23 Februari 2026, Trump mengancam negara mana pun yang ingin bermain-main dengan keputusan Mahkamah Agung AS akan menghadapi tarif impor lebih tinggi. Tulisan ini menyusul keputusan Mahkamah Agung AS membatalkan tarif impor yang diberlakukan berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional. 

Baca Juga :
IHSG Diprediksi Tancap Gas di Tengah Kewaspadaan Pasar Imbas Putusan Mahkamah Agung AS
Trump Mengancam Lagi! Negara yang 'Main-main' dengan Putusan MA Bakal Disanksi Tarif Lebih Tinggi

Sebagai gantinya, Trump mengatakan akan memberlakukan tarif global 15 persen berdasarkan Bagian 122 dari Undang-Undang Perdagangan tahun 1974.

Ilustrasi Ekspor-Impor
Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Investor juga menantikan keputusan suku bunga acuan pinjaman (LPR) oleh bank sentral Tiongkok. Sebagaimana diketahui, LPR satu tahun berfungsi sebagai patokan untuk pinjaman komersial baru, sementara LPR lima tahun menjadi panduan untuk pinjaman properti.

Pasar modal di Tiongkok akan segera dibuka kembali setelah liburan panjang Tahun Baru Imlek.

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 1,1 persen di awal perdagangan. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil menguat tipis 0,16 persen.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melesat 0,77 persen. Sementara itu, indeks Topix dibuka stagnan.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,1 persen. Begitu juga indeks Hang Seng Hong Kong berjangka tergerus ke level 26.869, dari posisi sebelumnya di level 27.081,91.

Wall Street terbakar usai keputusan Mahkamah Agung AS menangguhkan regulasi tarif impor Trump. Ketiga indeks acuan anjlok dipimpin penurunan tajam indeks Dow Jones Industrial Average sebesar 1,66 persen. 

Indesk S&P 500 kehilangan 1,04 persen. Sedangkan Nasdaq Composite terjun 1,13 persen seiring koreksi saham-saham terkait keamanan siber selama dua hari berturut-turut akibat kekhawatiran AI dapat menggerus sektor ini.

Baca Juga :
Bitcoin Ambruk di Bawah US$65.000 Setelah Trump Naikkan Tarif Impor Global 15 Persen
Bawa Senjata-Bahan Bakar, Ini Detik-detik Pria AS Ditembak Mati Saat Terobos Rumah Trump
Coba Masuk Paksa Rumah Trump di Florida Bawa Senjata, Pria AS Ditembak Mati

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Said Abdullah Tegaskan DPR Tidak Pernah Putuskan Penutupan Ritel Modern
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
bjb Tandamata Rencana, Solusi Siapkan Kebutuhan Hidup Jangka Panjang
• 11 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Usai Bertemu Trump, Prabowo Saksikan Kerja Sama Danantara dan Arm Limited di Inggris
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Polda Banten Bantah Tukang Ojek di Pandeglang Tersangka: Masih Penyelidikan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Cara Ampuh Hilangkan Bau Mulut saat Puasa Ramadhan, Bahan-bahannya Mudah Didapatkan
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.