IHSG Dibuka Menghijau saat Bursa Asia Variatif Menanti Kejelasan soal Tarif Trump

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – IHSG dibuka menguat 29 poin atau 0,35 persen di level 8.425 pada pembukaan perdagangan Selasa, 24 Februari 2026.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi break resistance dan dibayangi Koreksi pada perdagangan hari ini.

Baca Juga :
Bursa Asia Bergejolak Terguncang Putusan Mahkamah Agung AS Soal Tarif Trump
IHSG Diprediksi Tancap Gas di Tengah Kewaspadaan Pasar Imbas Putusan Mahkamah Agung AS

"IHSG akan mencoba untuk break resistance kuat di 8.450. Tapi jika belum break di atas level tersebut, IHSG masih memiliki peluang koreksi terbatas," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 24 Februari 2026.

Ilustrasi IHSG.
Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Pasar saham Asia bervariasi pada Senin kemarin, sementara dolar AS melemah seiring investor menunggu kejelasan kebijakan tarif AS. Sentimen pasar juga dibayangi hasil kinerja raksasa chip AI, Nvidia, yang dinilai akan menguji optimisme terhadap kenaikan sektor kecerdasan buatan pekan ini.

Kebingungan muncul setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif darurat Presiden Donald Trump. Trump kemudian mengumumkan tarif baru 10 persen untuk seluruh dunia, sebelum menaikkannya menjadi 15 persen. Langkah ini disebut-sebut bahkan mengejutkan sebagian pejabatnya sendiri.

Belum jelas kapan tarif tersebut akan diberlakukan, produk apa saja yang dikecualikan, serta apakah semua negara akan dikenakan tarif 15 persen. Sebelumnya, beberapa negara seperti Inggris dan Australia dikenakan tarif 10 persen, sementara sejumlah negara Asia menghadapi tarif lebih tinggi.

Bursa Jepang tutup karena libur. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,7 persen, Hang Seng Hong Kong melesat 2,5 persen. Sedangkan, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,6 persen.

"Support IHSG berada di level 8.320-8.350 sementara resist IHSG di rentang 8.450-8.500," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin kemarin. Di tengah kekhawatiran dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI) terhadap berbagai sektor industri, serta kebijakan kenaikan tarif Presiden AS Donald Trump.

Indeks Dow Jones Industrial Average menurun 1,66 persen, Nasdaq Composite turun 1,13 persen, dan S&P 500 melemah 1,04 persen. Di sisi lain, ketidakpastian kebijakan tarif Trump kembali membebani pasar.

Hal itu setelah pekan lalu Mahkamah Agung AS membatalkan tarif resiprokal yang diajukan pemerintah, Trump menegaskan tetap memiliki kewenangan menaikkan tarif bagi negara-negara yang dinilai ‘bermain-main

Baca Juga :
Trump Mengancam Lagi! Negara yang 'Main-main' dengan Putusan MA Bakal Disanksi Tarif Lebih Tinggi
Bitcoin Ambruk di Bawah US$65.000 Setelah Trump Naikkan Tarif Impor Global 15 Persen
Bawa Senjata-Bahan Bakar, Ini Detik-detik Pria AS Ditembak Mati Saat Terobos Rumah Trump

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ford Everest, SUV Amrik yang Banyak Digemari di Indonesia
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Kebut Masalah Investasi, Purbaya Kembali Gelar Sidang Debottlenecking Hari Ini
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Turis Tak Lagi Bisa Ikut Ujian Bahasa Jepang JLPT
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Fokus Jaga Stabilitas Nasional Usai Tewasnya El Mencho
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
PDIP Bantah Puan Dukung Penutupan Minimarket: Tidak Ada Pernyataan Resmi, Itu Disinformasi
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.