Grid.ID - Dedi Mulyadi akui dirinya gagal menjadi gubernur. Usut punya usut, hal ini lantaran masih banyaknya kasus pencurian motor di Jawa Barat (Jabar).
Sebelumnya, Dedi Mulyadi diketahui sempat hadir dalam kegiatan pengembalian barang bukti motor di Mapolda Jawa Barat pada Rabu 18 Februari 2026. Di sana, Polda berhasil mengamankan motor milik masyarakat yang sebelumnya hilang dicuri.
Dan ya di momen itu, Dedi Mulyadi akui dirinya gagal menjadi gubernur. Pasalnya hal itu termasuk dalam persoalan ekonomi di masyarakat.
Alhasil, fenomena banyaknya kasus pencurian motor di Jabar dianggapnya sebagai rapor merah bagi pemimpin daerah.
"Bagi saya kalau masih ada kejahatan kelas teri gubernurnya masih gagal. Karena masih ada rakyat yang mencuri untuk kebutuhan konsumsi. Artinya ekonomi belum baik," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Senin (23/2/2026).
Tak berhenti sampai di situ, Dedi juga mengaku prihatin dengan perilaku dari pelaku curanmor tersebut. Dimana kebanyakan pelaku ada yang sampai mengambil resiko besar.
Yakni sampai menghilangkan nyawa seseorang hanya demi keuntungan yang tak seberapa. Tak dipungkiri setahun memimmpi Jabar, Dedi mengaku membangun infrastruktur jalan, sekolah dan fasilitas publik lebih mudah.
Namun, baginya hal yang tersulit adalah mengubah dan membangun pola perilaku masyarakat, khususnya Jawa Barat.
"Saya sebagai Gubernur, kalau hanya membangun infrastruktur daerah, membangun jalan, sekolah, aliran air irigasi, bagi saya itu mudah asal ada uangnya.
Tetapi berulang-ulang yang terberat di Jawa Barat itu adalah berubah perilaku hidup masyarakat, imbuhnya.
Lebih lanjut, Dedi menilai karakteristik masyarakat Jabar yang terlalu terbuka, seperti mudah menerima infomasi, menelannya, dan bereaksi. Hal tersebut menurut Dedi membuat masyarakat Jawa Barat seolah tampak tak memiliki ideologi kuat seperti di daerah lain.
Belum lagi masyarakat Jabar yang disebutnya kerap memiliki sifat hedonisme (gaya hidup) tinggi.
"Jadi ini semua berimplikasi terhadap perilaku sosial," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id.
Itulah sebabnya, Dedi Mulyadi akui dirinya gagal menjadi gubernur, karena perilaku sosial masyarakat juga perlu menjadi perhatian dan tanggung jawab kepala daerah.
Dan apabila tak ada upaya atau solusi perilaku sosial yang menimbulkan kerugian bagi orang lain itu, ia khawatir masyarakat Jawa Barat akan kebablasan. (*)
Artikel Asli




