China Waspadai Manuver Trump Usai Tarif Global Dibatalkan MA

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

China memantau dengan cermat langkah baru perdagangan Presiden Donald Trump setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif darurat global yang selama ini diberlakukan.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan tengah melakukan penilaian komprehensif atas dampak putusan tersebut. China juga menyoroti rencana pemerintahan Trump menggunakan instrumen perdagangan lain untuk mempertahankan tekanan tarif terhadap mitra dagangnya.

“Kami juga mencatat pihak AS sedang menyiapkan langkah alternatif, seperti investigasi perdagangan, sebagai upaya mempertahankan tarif terhadap mitra dagang. China akan terus memantau perkembangan ini dan tegas menjaga kepentingannya,” ujar juru bicara tersebut dalam pernyataan resmi dikutip dari Bloomberg, Selasa (24/2).

Komentar itu menjadi respons resmi pertama China sejak Mahkamah Agung AS membatalkan tarif global luas yang diterapkan Trump. Meski kalah di pengadilan, Trump menegaskan akan kembali mengenakan tarif global sebesar 15 persen serta meluncurkan investigasi perdagangan baru.

Trump sendiri dijadwalkan terbang ke China untuk membicarakan kesepakatan dagang. Jadwal ini direncanakan sebelum ada putusan MA soal tarif globalnya.

Di pasar keuangan, indeks saham utama perusahaan China yang tercatat di Hong Kong sempat menguat hingga 2,6 persen pada perdagangan Senin (23/2) pagi. Bloomberg Economics memperkirakan, sekalipun tarif baru diberlakukan, rata-rata tarif efektif yang dihadapi China berada di kisaran 12 persen yang merupakan level terendah sejak tarif “Liberation Day” diumumkan pada April 2025.

Investigasi berdasarkan Section 301 dan Section 232 sebelumnya kerap digunakan pemerintah AS untuk mengenakan bea tambahan pada berbagai produk China, termasuk ekspor manufaktur, otomotif, dan logam. Jalur hukum tersebut dinilai masih memberi ruang bagi Gedung Putih untuk memberlakukan tarif impor baru meski ada putusan Mahkamah Agung.

Bagi China, putusan pengadilan juga menghapus tarif fentanyl sebesar 10 persen, sehingga tekanan tarif terhadap ekspor menjadi lebih ringan. Meski demikian, mereka kembali menyerukan agar AS mencabut tarif sepihak karena dinilai tidak menguntungkan pihak mana pun dan berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Rahasia Profesional Terbaik untuk Mengubah Aplikasi Mobile Anda Menjadi Pusat Kendali Berkinerja Tinggi
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Komitmen Pembiayaan ke UMKM, Bank BPD Bali Raih Penghargaan dalam ITAY 2026
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Polri Pecat Oknum Brimob Penganiaya Siswa SMP Hingga Tewas di Tual
• 10 jam laludetik.com
thumb
DPR Minta Pemerintah Tunda Impor 105.000 Kendaraan dari India
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Kemarin, Menag datangi KPK hingga Brimob aniaya anak dihukum berat
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.