EtIndonesia. Militer Meksiko pada Minggu 22 Februari 2026, menewaskan gembong narkoba kelas kakap yang dijuluki “El Mencho”, yakni Nemesio Oseguera Cervantes, dalam sebuah operasi militer.
Oségara sebelumnya pernah menjadi seorang polisi. Ia adalah dalang di balik kartel narkoba yang sangat kuat, Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG). Kartel Jalisco mendapatkan namanya dari negara bagian Jalisco di bagian barat Meksiko, tempat kota terbesar kedua di negara itu, Guadalajara, berada.
Dalam waktu yang relatif singkat, Kartel Jalisco berkembang menjadi jaringan kejahatan lintas samudra, cukup kuat untuk menandingi kelompok gembong narkoba legendaris “El Chapo”, Joaquín Guzmán, di masa lalu.
Poster yang menunjukkan pemberitahuan hadiah sebesar $10 juta untuk gembong Cartel de Jalisco Nuevo Generacion, Nemesio Oseguera Cervantes, yang juga dikenal sebagai “El Mencho,” di Departemen Kehakiman Amerika Serikat di Washington pada 11 Maret 2020. Foto oleh Charlotte Cuthbertson / The Epoch Times.Di bawah tekanan dari pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat, pemerintah Meksiko terus meningkatkan operasi penindakan terhadap kartel narkoba di dalam negeri.
Sumber-sumber menyebutkan bahwa operasi untuk menangkap Oségara dipimpin oleh Kementerian Pertahanan. Bahkan, dalam prosesnya ia akhirnya tewas ditembak.
Sebelum operasi tersebut, Gubernur Negara Bagian Jalisco, Pablo Lemus Navarro, mengunggah pernyataan di media sosial bahwa pemerintah federal sedang melaksanakan operasi keamanan di kota Tapalpa. Ia mengimbau warga agar tetap berada di rumah hingga situasi terkendali. Dalam unggahan lanjutan, ia menambahkan: “Masih berada dalam status siaga merah. Bentrokan terjadi di beberapa yurisdiksi federal.”
Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Zeng Wenxian dan Zhang Xiaoyu.





