Dua Tahun Jadi Ibu Tunggal, Anissa Bertahan dan Bangkit Bersama MBG

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Dua tahun terakhir menjadi masa paling berat dalam hidup Anissa Yuhotima (30). Sejak suaminya meninggal dunia, ia harus menjalani peran genda, sebagai ibu sekaligus tulang punggung keluarga bagi dua anaknya. Berbagai pekerjaan dilakoni demi sesuap nasi.

“Sudah 2 tahun ditinggal suami saya, meninggal. Anak saya 2, yang satu di pondok, yang satu masih balita,” kata Anissa di rumahnya, Desa Gondang, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, dikutip Selasa (24/2).

Untuk bertahan, Anissa mengambil pekerjaan menjahit dari rumah. Ia menerima jahitan dari konveksi rumahan dengan penghasilan yang tidak menentu. Bisa Rp 50 ribu atau Rp 60 ribu kalau pesanan lebih banyak.

Ia pun kini memilih tinggal bersama orang tuanya agar ia bisa fokus mencari nafkah dan anak-anaknya dititipkan kepada orang tuanya. Dengan kondisi serba terbatas, ia berusaha mencukupi kebutuhan keluarga seadanya. “Ya Alhamdulillah, di cukup-cukupin, mas”.

Kesempatan baru datang ketika dapur MBG di Polokarto membuka lowongan kerja. Anissa bergabung sebagai divisi pengolahan. Sejak saat itu, perlahan tapi pasti kondisi ekonominya mulai membaik.

“Sekarang Alhamdulillah, mas, ekonominya juga sudah membaik. Bisa mencukupi keluarga, bisa membantu orang tua juga. Bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, Alhamdulillah,” ucapnya penuh syukur

Bagi Anissa, bekerja di MBG bukan hanya soal penghasilan tambahan. Ia juga menemukan lingkungan kerja yang memberinya semangat dan pengalaman baru.

“Alhamdulillah, sampai sekarang enggak ada (masalah) mas. Senang banget, mas. Banyak teman, banyak pengalaman,” ujarnya.

Dari hasil kerjanya, ia kini mulai menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan anaknya yang masih balita dan akan segera masuk sekolah. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran MBG.

“Alhamdulillah, terbantu sekali untuk orang-orang seperti saya, mas. Sangat terbantu, mas. Saya mau mengucapkan banyak terima kasih sama Bapak Prabowo,” ucapnya. Menurutnya, program ini layak untuk terus berlanjut karena memberi dampak nyata bagi masyarakat kecil.

“Kalau menurut saya, Pak, berharapnya terus berlanjut sampai 10 tahun ke depan. Kenapa? Karena lebih membantu ekonomi seperti orang-orang seperti saya, mas,” sambungnya.

Kebahagiaannya semakin lengkap ketika anaknya yang duduk di kelas 5 SD juga menerima manfaat MBG di sekolah. “Alhamdulillah, sudah. Senang, mas,” tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SPPG Tak Boleh Hanya Dipasok Satu Suplier 
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ci Mehong Gugat Cerai Suami Setelah 15 Tahun, Bongkar Dugaan Masalah Finansial
• 13 jam laluintipseleb.com
thumb
MK Diminta Hapus Ketentuan Umrah Mandiri dalam UU Haji dan Umrah
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Liburan ke Singapura? Jangan Lewatkan Kooza, Sirkus Spektakuler yang Bikin Terpukau
• 4 jam laludewiku.com
thumb
KKP Perluas Ekspor Ikan ke Turki dan China
• 18 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.