Great Institute: Penundaan impor mobil India, DPR pro industri lokal

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Great Institute Sudarto menilai langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang berpesan kepada pemerintah untuk menunda rencana impor 105 ribu mobil dari India untuk kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sebagai bentuk dukungan terhadap industri otomotif lokal.

Sudarto juga menyebut langkah tersebut mencerminkan semangat kemandirian otomotif nasional yang sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun industri otomotif nasional.

“Jadi langkah DPR yang diwakili oleh Prof Sufmi Dasco selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo yang akan membangun industri otomotif nasional tahun depan. Pemenuhan kebutuhan 105 ribu mobil oleh industri dalam negeri bisa menjadi langkah awal kemandirian otomotif nasional," kata Sudarto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan keputusan untuk menunda hingga ada pembahasan lengkap oleh Presiden dan pemangku kepentingan terkait merupakan bentuk tanggung jawab legislatif dalam pengambilan kebijakan publik yang besar dampaknya.

Ia menilai bahwa keputusan terkait impor dalam jumlah besar perlu memperhatikan sejumlah aspek fundamental, termasuk keberlanjutan industri dalam negeri, peluang penciptaan nilai tambah lokal, dan dampak ekonomi jangka panjang.

“Sikap untuk menunda dahulu sampai ada kajian komprehensif dan masukan dari berbagai pihak adalah cerminan demokrasi kebijakan yang sehat. Ini menunjukkan bahwa setiap keputusan strategis harus diputuskan melalui diskusi menyeluruh, bukan hanya keputusan sepihak,” kata Sudarto.

Dirinya juga menekankan pentingnya mempertimbangkan bagaimana keputusan tersebut akan memengaruhi ekosistem industri nasional, khususnya sektor otomotif yang telah menunjukkan kemampuan produksi yang signifikan.

“Keputusan yang diambil harus memberi ruang bagi pertumbuhan industri lokal agar tetap kompetitif dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara menyatakan berencana akan mendatangkan 105 ribu unit mobil pikap dari India untuk memperkuat armada logistik program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Ketua Dewan Penasihat GREAT Institute sekaligus Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan impor 105 ribu unit mobil pikap tersebut tidak memiliki landasan yang kuat dan tidak mendukung industri otomotif nasional.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan dirinya sudah berpesan kepada pemerintah agar menunda terlebih dahulu rencana impor 105 ribu mobil dari India untuk kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Menurut dia, rencana itu perlu ditunda karena Presiden Prabowo Subianto masih kunjungan kerja ke luar negeri. Menurut dia, Presiden pun akan membahas hal rinci terkait rencana tersebut.

"Saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat Presiden masih di luar negeri," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Selain itu, dia menilai Presiden juga akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DOID Teken Kontrak Jangka Panjang dengan Adaro di Tambang Kalsel
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Nadiem Makarim Ungkap Alasan Rapat Zoom Tak Pernah Direkam
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Video: 4 Tahun Perang Rusia dan Ukraina, Jutaan Jiwa Melayang
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kim Jong Un Kembali Terpilih sebagai Sekretaris Jenderal, Kongres Partai Tegaskan Arah Kebijakan Lima Tahun ke Depan
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Geger Mayat Pria Telanjang Mengambang di Sungai Cisadane Bogor
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.