PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) memperpanjang kemitraan strategis dengan perusahaan milik konglomerat Tanah Air, Garibaldi Thohir alias Boy Thohir, yaitu PT Adaro Indonesia. Langkah itu disepakati kedua pihak melalui kontrak jangka panjang di Tambang Tutupan Selatan, Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan.
Kerja sama itu diteken oleh anak usaha DOID, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) disebutkan, kontrak berlaku mulai 1 April 2026 hingga 31 Desember 2030. Kesepakatan itu memastikan keberlanjutan operasional BUMA di salah satu konsesi utama Adaro sekaligus memperkuat visibilitas pendapatan perseroan dalam jangka panjang.
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, BUMA diproyeksikan menangani overburden removal sekitar 239 juta bank cubic meter (bcm) serta memproduksi 44 juta ton batu bara. Angka tersebut setara dengan rata-rata volume tahunan sekitar 50,5 juta bcm untuk pengupasan lapisan tanah penutup dan 9,3 juta ton produksi batu bara.
Direktur Utama PT Bukit Makmur Mandiri Utama, Ronald Sutardja mengatakan, kontrak itu mencerminkan konsistensi kinerja operasional perseroan dalam mengelola tambang dengan kompleksitas teknis tinggi. Sementara Direktur DOID Dian Paramita berharap kelanjutan kontrak tersebut memberikan kontribusi kepada kinerja keuangan perseroan ke depannya.
“Kontrak dengan Adaro diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kelangsungan usaha Perseroan, serta meningkatkan kinerja keuangan dan operasional Perseroan,” ujar Dian dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (24/2).
Kontrak terbaru itu memperpanjang hubungan kerja sama yang telah terjalin lebih dari dua dekade antara BUMA dan Adaro Indonesia. Selain memperkokoh basis pendapatan berbasis kontrak, kesepakatan tersebut juga memberi kepastian terhadap kinerja keuangan grup dalam beberapa tahun ke depan.
Di luar aspek operasional, BUMA juga mengeklaim terus menjalankan program pemberdayaan masyarakat di wilayah Tabalong. Sejumlah inisiatif yang digulirkan antara lain pelatihan keterampilan komputer JIKAMAKA; Youth Broadcasting Class untuk pengembangan industri kreatif; program lingkungan Kampung Iklim, serta; dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Ronald menambahkan, kemitraan dengan Adaro tidak hanya berfokus pada kinerja operasional, tetapi juga penciptaan nilai sosial bagi masyarakat sekitar tambang. “Kami bangga atas dampak sosial positif yang telah kami bangun bersama dan kami akan terus berinvestasi untuk mendukung kesejahteraan jangka panjang komunitas,” katanya.
Pada perdagangan hari ini secara intraday, saham DOID diperdagangkan turun 23,12% ke level 310 per saham. Selama tiga bulan terakhir, harga sahamnya bergerak volatil dengan penurunan sebanyak 4,91%.




