Pertumbuhan QRIS di Kaltim Melambat, Transaksi Meroket pada Kuartal III/2025

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Adopsi sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan dinamika yang menarik perhatian mengalami perlambatan, meski terjadi lonjakan nilai dan volume transaksi pada kuartal III/2025.

Berdasarkan data yang dihimpun Bank Indonesia Kaltim, jumlah pengguna QRIS di Benua Etam mencapai 828.533 pada periode Juli—September 2025 yang menandai pertumbuhan 6,31% secara tahunan (year-on-year/yoy). 

Angka pertumbuhan tersebut, kendati masih positif, menunjukkan pelambatan dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencatat ekspansi 7,30% (yoy). 

Fenomena serupa terjadi pada sisi merchant, yang tumbuh 33% (yoy) menjadi 743.437 pelaku usaha atau lebih rendah dari capaian kuartal II/2025 sebesar 36% (yoy).

Kendati demikian, perlambatan pertumbuhan pengguna dan merchant tersebut tidak serta-merta mencerminkan lesunya aktivitas transaksi. 

Sebaliknya, nominal transaksi QRIS justru mengalami lonjakan spektakuler mencapai Rp6,91 triliun, atau meningkat 152% (yoy). Sementara itu, volume transaksi bahkan mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yaitu 234% (yoy) dengan total 64,9 juta transaksi sepanjang kuartal III/2025.

Baca Juga

  • Ekspor Kalimantan Timur Meningkat hingga 36,77% pada Penghujung 2025
  • Kanzai Jepang Incar Surplus Karbon Kalimantan Timur
  • ESDM Sita 70.000 Ton Batu Bara Ilegal di Kalimantan Timur

"Pertumbuhan jumlah pengguna dan merchant QRIS yang tinggi tersebut sejalan dengan berbagai kegiatan sosialisasi, edukasi, dan publikasi yang gencar dilakukan untuk meningkatkan awareness dan minat masyarakat dalam menggunakan kanal QRIS," dikutip dari Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur Bank Indonesia, Selasa (24/2/2026).

Sementara itu, baik nominal maupun volume transaksi menunjukkan perlambatan akselerasi dibandingkan periode sebelumnya. 

Adapun, pertumbuhan nominal transaksi tercatat turun dari 173% (yoy) di kuartal II menjadi 152% (yoy), sedangkan pertumbuhan volume transaksi mengalami moderasi dari 248% (yoy) menjadi 234% (yoy).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasat-Kanit Polres Toraja Utara Ditahan, Diduga Terlibat Kasus Narkoba | SAPA PAGI
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Mahasiswi FH ULM Jadi Galuh Kebudayaan Kalsel 2025, Promosikan Budaya Banjar Digital
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Penerima LPDP Jadi Sorotan Usai Pamer Anak Jadi WNA, Purbaya: Kembalikan Uang dan Bunga
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sulsel, 24 Februari–1 Maret 2026, Cek Lokasinya!
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Cerita Turis Dikepung Banjir di Kawasan Wisata Sanur Bali: Semua Terendam
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.