Greenpeace Tolak Afiliasi Israel Terlibat Proyek Panas Bumi di Indonesia

wartaekonomi.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Greenpeace Indonesia menolak tegas keterlibatan PT Ormat Geothermal Indonesia, perusahaan yang berafiliasi dengan Israel, dalam proyek pengembangan panas bumi di Indonesia.

Hal ini merespons kemenangan Ormat dalam lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Penetapan pemenang lelang tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026.

Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu menjelaskan, pada prinsipnya Greenpeace mendukung penuh pengembangan energi panas bumi sebagai bagian dari transisi energi.

Namun, ia menekankan proses pembangunan hingga tahap Commercial Operation Date (COD) harus berada di koridor yang benar.

"Greenpeace mendukung pengembangan panas bumi asal proses pembangunannya dalam koridor yang benar dan ada proses FPIC-nya (Free Prior Informed Consent)."

"Dan masyarakat menerima," ujar Bondan dalam media briefing di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Terkait keterlibatan Ormat, Bondan menegaskan penolakan tersebut sejalan dengan sikap Greenpeace terhadap isu kemanusiaan dan perdamaian global.

Ia merujuk pada kritik Greenpeace sebelumnya mengenai posisi Indonesia dalam peta politik internasional terkait konflik yang melibatkan Israel.

"Kalau itu sebenarnya kan sudah pasti ya (menolak Ormat)."

"Greenpeace juga keras bersuara. Kita jelas menolak terjadinya genosida dan segala macam yang ada di Israel," tegas Bondan.

Ia mempertanyakan urgensi pemilihan perusahaan tersebut di tengah banyaknya alternatif pengembang energi bersih lainnya.

Menurutnya, aspek etis tidak boleh dikesampingkan dalam agenda transisi energi nasional.

WKP Telaga Ranu memiliki cadangan energi sebesar 70 megawatt (MW), dengan rencana pengembangan awal sebesar 40 MW.

Bondan berharap masuknya afiliasi Israel dalam proyek strategis nasional ini menjadi evaluasi serius bagi pemerintah agar tidak terulang di masa depan.

"Ini pembelajaran. Untuk dijadikan (catatan) sebenarnya ya jangan sampai terjadi seperti di situ."

Baja Juga: Riza Pasikki: Menambang Panas, Menjaga Integritas, dan Mendorong Akselerasi Geotermal Nasional

"Kalau ada uang yang masuk di sini, bahkan untuk transisi energi di Indonesia, itu harusnya dilihat lagi lebih jauh lagi."

"Apa iya enggak ada lagi yang lain?" Tanyanya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
46 Personel Polres Metro Depok Jalani Tes Urine Dadakan, Kapolres-Kapolsek Ikut Diperiksa
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Breaking News! Gempa Dangkal M3,2 Guncang Sukabumi, Pusatnya di Darat
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Eks Menag Yaqut Hadiri Sidang Praperadilan Korupsi Kuota Haji, KPK Absen
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Atalanta vs Borussia Dortmund: La Dea Wajib Menang 2 Gol untuk Lolos 16 Besar Liga Champions
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Perjuangan Bobby Tince bangkit dari kebangkrutan, kini kelola warung kopi dan dimsum di Bogor
• 21 jam lalubrilio.net
Berhasil disimpan.