Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis Provinsi DKI Jakarta mengingatkan agar individu memastikan kondisi tubuhnya sehat sebelum mendatangi layanan hapus tato di Jakarta, khususnya selama Ramadhan 1447 H/2026.
"Dalam kondisi sakit, dia tidak bisa dihapus tatonya. Harus ditunda beberapa hari sampai yang bersangkutan sehat," kata Wakil Ketua IV Bidang SDM Baznas/Bazis DKI Jakarta Prof. Bunyamin saat ditemui di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Selasa.
Dia mengatakan peserta yang sudah mendaftarkan diri dalam program hapus tato akan diperiksa kondisi kesehatannya terlebih dahulu sebelum diambil tindakan.
Pemeriksaan kesehatan itu mencakup pengukuran tekanan darah dan laboratorium darah.
Dia menjelaskan peserta harus menunggu sekitar 10 menit sebelum nantinya diminta berkonsultasi dengan dokter di lokasi. Apabila hasil pemeriksaan kesehatan dan dokter menyatakan peserta boleh menjalani prosedur hapus tato, barulah dia bisa masuk ke tahap berikutnya.
Langkah berikutnya, peserta akan menjalani anestesi dengan menggunakan krim pada bagian tato yang akan dihapus, sekitar 30 menit sebelum tindakan.
Baca juga: Bahagianya Ahmad bisa hapus tato gratis di Jakarta Selatan
Bagian tubuh yang sudah diolesi krim kemudian ditutup dengan semacam penutup berbahan plastik untuk meminimalisir krim terhapus karena gesekan pakaian atau lainnya.
Selanjutnya, barulah prosedur penghapusan tato dengan menggunakan teknologi laser dilakukan.
"Kalau dia benar-benar sehat, baru bisa diambil tindakan penghapusan tatonya," ujar Bunyamin.
Selama Ramadhan ini, Baznas/Bazis DKI Jakarta menghadirkan layanan hapus tato gratis dengan target sekitar 1.000 peserta.
Pendaftaran dibuka mulai 23 Februari hingga 4 Maret 2026 secara daring melalui laman baznasbazisdki.id/daftarhapustato.
Layanan tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri melalui layanan penghapusan tato secara gratis, aman, dan sesuai prosedur medis.
"Ini semua dilakukan oleh Baznas Bazis DKI Jakarta sebagai kepedulian kepada mereka yang mau hijrah, ingin menghapus tatonya," ungkap Bunyamin.
Baca juga: Pemkot-Baznas Jakut fasilitasi 100 warga untuk ikut hapus tato
Baca juga: Ramadhan, Pemkot Jakut dan Baznas Bazis DKI gelar hapus tato
"Dalam kondisi sakit, dia tidak bisa dihapus tatonya. Harus ditunda beberapa hari sampai yang bersangkutan sehat," kata Wakil Ketua IV Bidang SDM Baznas/Bazis DKI Jakarta Prof. Bunyamin saat ditemui di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Selasa.
Dia mengatakan peserta yang sudah mendaftarkan diri dalam program hapus tato akan diperiksa kondisi kesehatannya terlebih dahulu sebelum diambil tindakan.
Pemeriksaan kesehatan itu mencakup pengukuran tekanan darah dan laboratorium darah.
Dia menjelaskan peserta harus menunggu sekitar 10 menit sebelum nantinya diminta berkonsultasi dengan dokter di lokasi. Apabila hasil pemeriksaan kesehatan dan dokter menyatakan peserta boleh menjalani prosedur hapus tato, barulah dia bisa masuk ke tahap berikutnya.
Langkah berikutnya, peserta akan menjalani anestesi dengan menggunakan krim pada bagian tato yang akan dihapus, sekitar 30 menit sebelum tindakan.
Baca juga: Bahagianya Ahmad bisa hapus tato gratis di Jakarta Selatan
Bagian tubuh yang sudah diolesi krim kemudian ditutup dengan semacam penutup berbahan plastik untuk meminimalisir krim terhapus karena gesekan pakaian atau lainnya.
Selanjutnya, barulah prosedur penghapusan tato dengan menggunakan teknologi laser dilakukan.
"Kalau dia benar-benar sehat, baru bisa diambil tindakan penghapusan tatonya," ujar Bunyamin.
Selama Ramadhan ini, Baznas/Bazis DKI Jakarta menghadirkan layanan hapus tato gratis dengan target sekitar 1.000 peserta.
Pendaftaran dibuka mulai 23 Februari hingga 4 Maret 2026 secara daring melalui laman baznasbazisdki.id/daftarhapustato.
Layanan tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri melalui layanan penghapusan tato secara gratis, aman, dan sesuai prosedur medis.
"Ini semua dilakukan oleh Baznas Bazis DKI Jakarta sebagai kepedulian kepada mereka yang mau hijrah, ingin menghapus tatonya," ungkap Bunyamin.
Baca juga: Pemkot-Baznas Jakut fasilitasi 100 warga untuk ikut hapus tato
Baca juga: Ramadhan, Pemkot Jakut dan Baznas Bazis DKI gelar hapus tato





