Jangan Sampai Jadi Bungkus Gorengan, VIDA Ajak Masyarakat Jaga Dokumen Sensitif

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Ramadan jadi momen tepat untuk merefleksikan diri, lebih selektif terhadap hal yang kita konsumsi, lebih tenang dalam bertransaksi, dan lebih peduli pada sesama.

Namun, di tengah meningkatnya aktivitas digital selama Ramadan, mulai dari belanja online, donasi, hingga pembelian tiket mudik dan penyewaan kendaraan atau gadget, kebutuhan berbagi dokumen untuk administrasi juga ikut naik.

Sayangnya, masih ada kebiasaan yang dinormalisasi: menyimpan dan membagikan dokumen pribadi secara sembarangan.

Melalui kampanye #VIDAJagaKalian, masyarakat diajak menghentikan kebiasaan ini dan beralih ke cara yang lebih aman dalam mengelola identitas digital.

Di era digital, kebocoran data pribadi jarang bermula dari sistem yang diretas. Sering kali justru dimulai dari kebiasaan sederhana: foto KTP di galeri ponsel, scan KK tersimpan tanpa proteksi, atau dokumen penting yang dikirim lewat chat tanpa kontrol. Ketika file itu tersebar, kita kehilangan kendali. Jadi sekali bocor, data bisa digunakan berkali-kali.

AVP Product Management VIDA, Mukti Pradana, menyampaikan bahwa dokumen pribadi yang disimpan di galeri tanpa proteksi atau dibagikan lewat chat itu seperti bungkus gorengan yang tercecer. Mudah diambil, mudah dimanfaatkan, dan sering tidak kita sadari sudah berpindah tangan.

Ramadan adalah momen untuk memperbaiki kebiasaan, termasuk kebiasaan digital. Kalau bisa aman, kenapa harus ambil risiko?” jelasnya.

VIDA Kampanyekan Dua Langkah Sederhana

Kampanye ini menyoroti dua langkah sederhana, yakni stop normalisasi kebiasaan berisiko dan start kebiasaan aman.

Stop Normalisasi:

Satu ponsel hilang, satu akun email diretas, atau satu chat yang diteruskan tanpa izin bisa membuka pintu bagi penyalahgunaan identitas, mulai dari pendaftaran pinjaman online ilegal hingga pengambilalihan akun.

Mari Mulai:

Melalui VIDA App, masyarakat dapat menggunakan fitur DocsVault untuk menyimpan dokumen dalam penyimpanan terenkripsi dengan pengamanan biometrik wajah. Ketika dokumen perlu dibagikan, fitur SecureShare memungkinkan pengguna mengatur durasi akses, batas jumlah akses, hingga mencabut akses kapan saja. Dokumen tidak lagi dikirim sebagai file bebas, melainkan sebagai akses terkontrol.

“Keamanan tidak harus rumit. Kami merancang VIDA App agar masyarakat bisa tetap praktis tanpa mengorbankan keamanan. Berbagi dokumen bukan berarti berbagi kendali. Identitas adalah hak pemiliknya,” tambah Mukti.

Ramadan adalah momen perubahan. Saatnya menghentikan kebiasaan lama yang berisiko dan membangun budaya baru yang lebih aman. Karena dokumen asli yang bocor sering kali lebih berbahaya daripada dokumen palsu. Data pribadi yang tersebar sekali bisa dimanfaatkan berkali-kali.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal Induk AS Terbesar di Dunia Makin Dekati Timur Tengah
• 2 jam laludetik.com
thumb
Pesan Kasih Marcella Santoso ke Ary Gadun FM: Kita Akan Selalu Bersama Atas Restu Tuhan
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Perbaikan Jalan Raya Caringin Bekasi Dikebut, Anggaran Capai Rp 3,5 Miliar
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Ibu Tiri Kasus Tewasnya Anak Sukabumi: ASN KUA, Tak Pernah Cerita Masalah RT
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Sudinsos Jakbar Buru Wanita Viral yang Kerap Tak Bayar Makan
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.