Gubernur Luthfi Canangkan Gerakan ASRI, Target Zero Waste 2029

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Batang: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berkomitmen mengakselerasi pengelolaan sampah melalui gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) guna menjaga kelestarian lingkungan. Pencanangan Gerakan Jawa Tengah ASRI dilakukan melalui aksi bersama bersih-bersih sampah di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, pada Selasa, 24 Februari 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan data mengejutkan terkait produksi sampah di wilayahnya. Ia menyebut volume sampah di Jateng mencapai hampir 6,36 juta ton per tahun, namun yang mampu diproses baru sekitar 60 persen.

"Sampah di Jateng hampir 6,36 juta ton per tahun. Yang bisa diproses baru sekitar 60 persen, sisanya belum tertangani optimal. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua," kata Gubernur Ahmad Luthfi di Kabupaten Batang seperti dilansir Antara, Selasa, 24 Februari 2026 .

Ia menegaskan persoalan sampah di Jateng sudah masuk kategori darurat sehingga membutuhkan langkah konkret. Luthfi mengingatkan Presiden telah menargetkan Indonesia menuju zero waste pada 2029, sehingga Gerakan Jateng ASRI harus menjadi gerakan nyata, bukan sekadar seremonial.

Karena itu, Luthfi meminta seluruh bupati dan wali kota segera menyerahkan data konkret penanganan sampah di wilayahnya." Besok akan saya bawa dalam rapat di tingkat pusat. Jangan hanya sebatas MoU, tetapi harus ada action plan," tegasnya.
 

Baca Juga :

Dukung Gerakan ASRI, Pemkab Karawang Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif


Kegiatan pencanangan melibatkan lebih dari 1.000 orang, bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Aksi ini dipusatkan di Pantai Jodo dan dilaksanakan serentak di 35 kabupaten/kota se-Jateng.

Gubernur didampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen turun langsung ke lokasi. Ia bahkan menaiki alat berat jenis loader dan mengeruk tumpukan sampah ke atas dump truck, menyerok campuran sampah plastik, kayu, dan limbah rumah tangga yang menumpuk di pesisir pantai.

Selain persoalan sampah, Luthfi juga menyoroti pentingnya menjaga garis pantai Jawa Tengah yang mencapai sekitar 920 kilometer. Ia meminta program penghijauan pesisir, termasuk Gerakan Mageri Segoro, kembali digencarkan di 17 kabupaten/kota yang memiliki garis pantai. Penanaman mangrove dan tanaman pesisir dinilai sebagai langkah preventif mencegah abrasi dan bencana lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng, Widi Hartanto, menyampaikan aksi bersih sampah tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Gubernur tentang Gerakan Jawa Tengah ASRI.


Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Program ASRI. Foto: BPMI Setpres.

Widi menjelaskan perkembangan pengelolaan sampah di Jateng. Saat ini pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) telah berjalan di Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan Magelang. Sementara pengolahan sampah menjadi energi listrik telah beroperasi di Kota Surakarta.

"Kami juga menginisiasi kolaborasi antardaerah dalam transformasi TPA menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu, termasuk kerja sama penyediaan dan pemanfaatan RDF dengan industri semen di sejumlah kabupaten/kota," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi telah mengunjungi TPST RDF Jeruklegi di Kabupaten Cilacap pada Maret 2025. Ia menyebut fasilitas tersebut sebagai role model yang sangat baik untuk direplikasi ke daerah lain. TPST RDF Jeruklegi mampu mengolah hingga 700 ton sampah per hari dan hasilnya dibeli oleh PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) sebagai bahan bakar alternatif tungku pabrik semen.

Rencananya, replikasi TPST RDF Jeruklegi akan dilakukan di Kabupaten Magelang, tepatnya di Desa Gandusari, Kecamatan Bandongan, dengan luas tapak sekitar 13,5 hektare.

Selain sistem RDF, Pemprov Jateng juga menggandeng investor dari Tiongkok untuk mengembangkan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Pekalongan Raya, yang melibatkan Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang.

Melalui Gerakan Jateng ASRI, Pemprov Jateng mendorong percepatan transformasi pengelolaan sampah sekaligus membangun partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan Indonesia bersih dari sampah dan mencapai zero waste pada 2029.

"Kegiatan ini harus menjadi budaya bersama, sampah adalah persoalan yang harus kita selesaikan bersama-sama," kata Luthfi. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Amarah Wali Kota Bekasi Lihat Galian Kabel Optik Tak Berizin, Minta Proyek Dihentikan
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Survei Ipsos: E-wallet Paling Banyak Digunakan Buat Belanja Online-Transfer
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kim Jong Un Kembali Terpilih sebagai Sekretaris Jenderal, Kongres Partai Tegaskan Arah Kebijakan Lima Tahun ke Depan
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Polisi Bekuk Penjmbret Nenek Penjual Nasi Uduk di Bekasi, Pelaku Spesialis Sasar Lansia!
• 7 jam laludisway.id
thumb
Profil Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP yang Viral "Cukup Saya WNI, Anak Jangan"
• 3 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.