JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksana proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) memastikan akan menanggung seluruh kerugian korban insiden pengendara motor yang terjatuh ke lubang galian di Jalan Sukarela, Penjaringan, Jakarta Utara.
PPK Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Alva Yaasiin mengatakan, tanggung jawab tersebut mencakup kerusakan kendaraan hingga biaya pengobatan korban.
“Jadi, intinya dari keseluruhan yang diakibatkan, itu ditanggung oleh pelaksana kami,” ujar Yaasiin saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Viral Remaja Blokir Jalan di Jatinegara untuk Main Bola, Warga: Sering Setiap Ramadhan
Alva menjelaskan, kesepakatan mengenai tanggung jawab telah dibahas bersama korban serta pengurus RT/RW setempat.
Menurut dia, biaya yang akan diganti meliputi servis sepeda motor, perbaikan telepon seluler, hingga biaya pengobatan korban.
“Kerusakan baik motor ya, servis motor, servis handphone juga ada, bersama apa ya... korban lah, korban kesehatan, termasuk pengobatannya. Itu nanti jadi tanggungan. Kemarin kesepakatan depan RT/RW juga,” katanya.
Mekanisme penggantian biaya, lanjut Alva, dilakukan melalui sistem pengajuan dari pihak keluarga korban.
“Ya, tapi kesepakatannya kemarin mungkin ada pertimbangan referensi rumah sakit tertentu, jadi keluarga mintanya dari pihak keluarga, nanti sistemnya sistem request (reimburse) dong,” ujarnya.
Terkait penyebab insiden, Alva menyebut saat itu pihaknya tengah melakukan pekerjaan pemasangan pipa pada malam hari. Namun, curah hujan tinggi pada pagi harinya menyebabkan pergeseran tanah di lokasi galian.
Baca juga: Kubangan Bekas Galian Proyek di Penjaringan Makan Korban, Motor Terperosok
Ia juga mengakui terdapat kekurangan dalam aspek pengamanan di titik tersebut.
Sebagai tindak lanjut, pelaksana proyek menghentikan sementara pekerjaan di lokasi insiden untuk dilakukan investigasi internal dan evaluasi sistem pengamanan.
“Tapi secara umum, untuk tanggung jawab dan untuk mengakomodasi yang terjadi insiden ya tetap kami lakukan,” ujarnya.
Untuk pemulihan kondisi jalan secara menyeluruh, Alva menyebutkan, penyelesaian ditargetkan pada Agustus 2026.
“Sama (dengan Jalan Tanah Pasir), Agustus 2026 (secara) keseluruhan nanti,” tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




