Kemlu Minta WNI Tunda Perjalanan ke Meksiko

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Kemenlu RI melalui Juru Bicara mengimbau WNI menunda keberangkatan ke Meksiko karena situasi keamanan belum kondusif.
  • Kondisi keamanan memburuk di Meksiko setelah kabar tewasnya bos kartel narkotika, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho.
  • Situasi rusuh memicu penundaan sementara Liga Meksiko dan mengancam status Meksiko sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri meminta warga negara Indonesia menunda keberangkatan ke Meksiko. Penundaan perlu dilakukan dalam waktu dekat sampai situasi di negara tersebut kondusif.

Permintaan menunda keberangkatan ke Meksiko disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela.

"Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi keamanan dinyatakan kondusif," kata Vahd dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (26/1/2026).

Sebelumnya, Vahd memastikan seluruh WNI di Meksiko dalam keadaan aman.

Hal itu disampaikan Vahd menyusul situasi di Meksiko yang terjadi gelombang kekerasan pasca kabar tewasnya bos kartel narkotika, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho.

Vahd mengatakan seluruh WNI yang berada di Meksiko telah mengikuti arahan pemerintah setempat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

"Berdasarkan catatan KBRI Mexico City, WNI di wilayah Jalisco berjumlah 45 orang yang didominasi oleh rohaniawan, terapis pijat profesional, serta pengusaha dan pegawai perusahaan," kata Vahd dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).

KBRI Mexico City mengimbau kepada seluruh WNI di wilayah terdampak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas di luar rumah hingga situasi kondusif.

"Mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Mexico City," kata Vahd.

Baca Juga: WNI di Meksiko Aman, Kemlu Minta Jaga Komunikasi dengan KBRI

Diberitakan sebelumnya, gelombang kekerasan yang terjadi di Jalisco dan sejumlah wilayah Meksiko pasca kabar tewasnya bos kartel narkotika, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho menuai sorotan tajam dari sejumlah pihak.

Kondisi dalam negeri Meksiko yang rusuh pasca kematian bos kartel tersebut membuat status mereka sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 terancam.

Meksiko dijadwalkan menjadi salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada di Piala Dunia 2026.

Meksiko mendapat jatah 13 pertandingan, termasuk laga pembuka di Stadion Azteca.

Namun, kurang dari empat bulan sebelum turnamen bergulir, situasi keamanan menjadi sorotan tajam.

Beredarnya video blokade jalan, pembakaran kendaraan, dan kepanikan warga di berbagai kota memicu perdebatan luas, terutama di media sosial.

Beberapa stadion yang akan digunakan antara lain Estadio Azteca, Estadio Akron, dan Estadio BBVA.

Guadalajara dan Monterrey bahkan akan menjadi lokasi laga playoff internasional pada akhir Maret mendatang.

Hingga saat ini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait situasi keamanan di Meksiko.

Secara regulasi, pencabutan status tuan rumah dalam waktu yang sangat mepet menjelang turnamen tergolong langkah ekstrem dan kompleks.

Selain faktor logistik, infrastruktur, dan kontrak komersial yang sudah berjalan, keputusan tersebut juga menyangkut koordinasi lintas negara karena Piala Dunia 2026 digelar bersama tiga negara.

Sementara itu, situasi keamanan yang masih genting membuat otoritas setempat mengambul keputusan penghentian dan penundaan sementara Liga Meksiko.

Dilansir dari Eje Central, di kompetisi wanita, beberapa laga Liga MX Femenil mengalami penyesuaian jadwal.

Sementara di kompetisi pria Liga MX, pertandingan antara Querétaro dan FC Juárez dilaporkan ditunda demi alasan keamanan.

Sebelumnya, laporan dari sejumlah media lokal melaporkan bahwa sosok yang dikenal sebagai pemimpin Cártel Jalisco Nueva Generación (CJNG), El Mencho meninggal dunia dalam operasi di Talpa de Allende, Jalisco.

Operasi aparat berlangsung pada Minggu pagi waktu setempat di wilayah yang disebut sebagai salah satu basis operasi kelompok tersebut.

Pasca operasi, muncul laporan blokade jalan, pembakaran kendaraan, dan gangguan aktivitas publik di beberapa negara bagian seperti Jalisco, Michoacán, Guanajuato, Colima, Aguascalientes, hingga Tamaulipas.

Pemerintah daerah Jalisco mengaktifkan status siaga dan meningkatkan pengamanan di berbagai titik strategis.

Otoritas setempat juga mengimbau masyarakat untuk menghindari area terdampak dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Nemesio Oseguera Cervantes dikenal sebagai tokoh sentral dalam CJNG, salah satu kelompok kriminal terbesar di Meksiko. Ia telah lama menjadi target utama aparat penegak hukum Meksiko dan Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serangan Balasan atas Pemboman Masjid, Pakistan Menyerang 7 Lokasi Persembunyian Kelompok Bersenjata
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Polisi Periksa Sopir Transjakarta Tidur Sebabkan Kecelakaan di Jaksel, Status Masih Saksi
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Teks Kultum Ramadhan 2026 Singkat: Ramadhan Tiba, Pintu-Pintu Surga Terbuka
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Imsakiah Ramadan Kota Palangka Raya Hari Ini 24 Februari 2026, Ini Doa Niat Puasa
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Petinggi GOTO Andre Klarfiikasi soal Transfer Miliaran Saham ke Cayman Island
• 23 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.