EtIndonesia. Otoritas Pakistan pada Sabtu (22 Februari) menyatakan telah menargetkan kelompok bersenjata dengan serangan udara ke tujuh lokasi di wilayah perbatasan Pakistan–Afghanistan. Militer Pakistan menuduh kelompok-kelompok tersebut terlibat dalam serangan bom bunuh diri yang terjadi baru-baru ini.
Laporan Agence France-Presse, Ministry of Information and Broadcasting menyatakan bahwa operasi ini merupakan respons atas pemboman bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Islamabad dua pekan lalu, serta serangkaian serangan bunuh diri lain yang terjadi belakangan di wilayah barat laut Pakistan.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa Pakistan melakukan serangan selektif berbasis intelijen terhadap tujuh kamp teroris dan tempat persembunyian di kawasan perbatasan yang disebut milik Pakistani Taliban beserta organisasi afiliasinya.
Sementara itu, rezim Taliban Afghanistan mengklaim bahwa serangan pada 21 Februari menyebabkan puluhan korban tewas dan luka-luka, termasuk warga sipil, dan menyatakan militer akan memberikan respons pada waktu yang dianggap tepat. Reuters menyebut klaim Taliban tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Pakistan selama ini menuduh Afghanistan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai tempat persembunyian kelompok bersenjata untuk melancarkan serangan ke Pakistan. Dalam beberapa bulan terakhir, bentrokan mematikan di kawasan perbatasan kian sering terjadi dan menyebabkan hubungan kedua negara memburuk tajam.
Kelompok Islamic State mengaku bertanggung jawab atas pemboman masjid di Islamabad pada 7 Februari, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai lebih dari 160 orang. Insiden ini disebut sebagai serangan paling mematikan di Islamabad sejak pemboman Marriott Hotel pada tahun 2008. (Hui)
Sumber : NTDTV.com





