POHON peneduh trotoar yang sangat populer di Brasil karena bunganya yang kuning cerah, Tecoma stans, kini resmi dikategorikan sebagai salah satu spesies invasif paling meresahkan di negara tersebut. Keputusan ini diambil setelah ribuan catatan lapangan mengonfirmasi pohon ini telah menyebar liar jauh melampaui area taman dan pekarangan rumah.
Selama bertahun-tahun, daya tahan terhadap panas dan periode berbunga yang panjang menjadikan Tecoma stans pilihan utama untuk penghijauan kota. Namun, bukti terbaru menunjukkan bahwa tanaman ini telah mengambil alih bentang alam alami dan mengancam ekosistem lokal.
Dari Trotoar hingga ke Alam LiarLembaga Konservasi dan Pengembangan Lingkungan, Horus Institute, mengonfirmasi melalui kompilasi laporan lapangan bahwa spesies ini telah berakar di area liar dan kawasan terganggu tanpa sengaja ditanam. Dengan lebih dari 3.000 catatan independen, pohon ini kini masuk dalam daftar tanaman invasif dengan distribusi terluas di Brasil.
Baca juga : Dinosaurus Trias Kecil dari Brasil Mengungkap Strategi Pertumbuhan Sauropodomorph dengan Cara Baru
Para ekolog mendefinisikan spesies invasif sebagai organisme non-asli yang menyebar dan merusak ekosistem karena mampu bereproduksi secara mandiri tanpa bantuan manusia. Di Brasil, penggunaan Tecoma stans sebagai tanaman hias telah berubah menjadi penyebaran yang tidak terkendali.
Ketangguhan yang Menjadi MasalahKetangguhan pohon ini merupakan faktor utama kemampuannya menginvasi lahan. Di daerah perkotaan yang panas, Tecoma stans mampu bertahan hidup dengan menutup pori-pori daunnya untuk memperlambat penguapan air. Sifat ini membuatnya tetap tegak meski di bawah terik matahari yang menyengat.
Selain itu, pohon ini memproduksi polong biji yang melimpah sepanjang tahun. Polong-polong ini akan pecah dan melepaskan biji-biji yang dengan mudah tumbuh di tanah terbuka sepanjang jalan atau lokasi konstruksi. Menurut spesialis hortikultura dari Universitas Florida, bibit pohon ini dapat tumbuh dengan cepat dan mulai berbunga hanya dalam waktu dua tahun, yang semakin mempercepat penyebarannya secara lokal.
Baca juga : Bahaya Tersembunyi di Balik Pisang dan Cokelat Pasca Tragedi Tambang Brasil
Aturan Kota dan Dilema KeindahanBeberapa kota besar di Brasil mulai menyadari dampak negatif ini. Di Sao Paulo, meskipun pohon ini sempat populer, panduan penghijauan kota terbaru kini mencantumkan Tecoma stans sebagai "eksotik invasif" dan tidak lagi direkomendasikan untuk ditanam.
Selain masalah ekologi, pohon yang ditanam di trotoar sempit sering kali merusak beton saat akarnya mencari oksigen di permukaan tanah yang padat. Pemerintah kota kini didorong untuk lebih selektif dan memperbarui daftar tanaman yang disetujui guna memastikan hutan kota tetap sehat tanpa merusak keseimbangan alam di sekitarnya.
Pilihan tanaman peneduh kini tidak hanya didasarkan pada keindahan bunga kuningnya, tetapi juga pada tanggung jawab jangka panjang terhadap ekologi lokal agar spesies hias tidak berubah menjadi ancaman bagi lingkungan. (Earth/Z-2)





