Sidang lanjutan perceraian pasangan Boiyen dan suaminya, Rully Anggi Akbar, kembali digelar di Pengadilan Agama Tigaraksa. Sidang yang mengagendakan pemanggilan terhadap kedua pihak, kembali digelar secara tertutup.
Pada sidang kali ini, hanya terlihat kuasa hukum Boiyen, Anselmus Mallofiks, yang hadir saat persidangan dimulai.
Ditemui usai persidangan, Anselmus memilih untuk bungkam, Ia tidak mau memberikan detail apa pun mengenai proses yang berjalan dalam persidangan.
"Kami tidak bisa memberitahu secara detail terkait dengan proses hukum dari perceraian Mbak Boiyen ini," ujar Anselmus kepada wartawan di Pengadilan Agama Tigaraksa, Selasa (24/2).
Anselmus menolak untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan tentang isi sidang cerai kliennya. Privasi jadi alasan utama Anselmus memilih diam.
"Karena memang ada ranah-ranah privasi yang tidak bisa kami ungkapkan secara umum," ucap Anselmus.
"Dan kita harus menghormati proses hukum ini," sambungnya.
Anselmus juga memastikan bahwa pihaknya tidak akan buka suara sampai ketok palu hakim.
"Ya pastinya gitu," jawab Anselmus.
Saat ditanya apakah permintaan untuk tidak membeberkan masalah ini datang langsung dari Boiyen, Anselmus kembali memberikan jawaban yang diplomatis.
"Ya, karena ini ranah privasi. Saya sudah enggak bisa melanjutkan lagi," katanya.
Ia pun mengimbau agar semua pihak bisa menghormati keputusan ini. Terlebih, menurutnya perceraian memang termasuk dalam ranah pribadi.
"Ya kalau untuk proses perceraian ini kan kita tahu, ini kan ranah privasi orang, ranah sangat pribadi sebenarnya ya," pungkasnya.
Diketahui, Yeni Rahmawati atau yang lebih dikenal sebagai Boiyen, mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Rully Anggi Akbar. Gugatan itu terdaftar di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang pada 20 Januari 2026.
Gugatan cerai ini mengejutkan publik mengingat Boiyen dan Rully baru menikah pada 15 November 2025.
Sidang pertama dilaksanakan pada 27 Januari 2026, dengan agenda pemeriksaan berkas dan mediasi antara Boiyen dan Rully.
Dalam gugatannya, Boiyen, dipastikan tak menuntut macam-macam. Boiyen disebut hanya menuntut perceraian, tanpa adanya tuntutan lain seperti harta gana-gini.




