JAKARTA, DISWAY.ID - Rocky Gerung yang juga memiliki latar belakang ilmu filsafat menilai bentuk teror yang diterima oleh Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto merupakan sebuah impact atau dampak dari resiko perjuangan.
Rocky menilai, kritik Tiyo Ardianto kepada pemerintah memang memicu kemarahan banyak pihak.
Namun soal teror, kata Rocky, ada yang bermain di belakang layar yang sengaja mengambil keuntungan.
Yang pasti, Rocky menegaskan kritik mahasiswa jangan dikaitkan dengan makar.
BACA JUGA:UKT Termurah Fakultas Filsafat UGM Kelompok 1-6 Kampus Ketua BEM Tiyo Ardianto Berapa? Ada Subsidi 100 Persen
“Saya kira bakal banyak yang marah, tapi kalau sampai ada kekerasan fisik itu semacam kontra kritik, yang bermain di situ pasti di belakang layar yang berupaya untuk mengambil keuntungan, bersembunyi di balik sensasi. Impactnya itu, jadi bahan, dari mereka yang mau ambil keuntungan dari krisis politik, itu yang gak boleh, karena tetap yang ada di pikiran mahasiswa itu gak ada urusan dengan makar,” jelasnya dalam YouTube resminya.
Kalau Tiyo diancam, kata Rocky, ia tak percaya bahwa itu dilakukan presiden.
“Gak mungkin. Presiden justru harus pamerkan, semua peristiwa politik di dalamnya pasti ada pro kontra. Bahwa di belakangnya banyak the fifth colony, atau koloni kelima yang mau ambil keuntungan menyebar teror kepada ketua BEM,” katanya.
BACA JUGA:Intip Biaya Kuliah Fakultas Filsafat UGM, Kampus Ketua BEM Tiyo Ardianto yang Viral Kritik Kebijakan Prabowo
Rocky meminta Tiyo tak gentar apalagi takut, karena hal itu adalah biasa, resiko dalam sebuah perjuangan.
“Saya kira Ketua BEM gak usah takut, yang dia alami itu adalah biasa, dan semua orang mengambil resiko dalam upaya menegakkan demokrasi, yang lebih penting gejala ini akan berlanjut,” katanya.
Sebaliknya, lanjutnya, kalau pemerintahan Prabowo berkuping tipis, maka itu adalah umpan yang sedang ditunggu oleh kalangan oposisi.
BACA JUGA:Sama-Sama Orang Filsafat, Rocky Gerung Bilang Begini Soal Manuver Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
“Tetapi kalau ini diterangkan sebagai hak berdemokrasi, ya selesai lah. Jadi gak usah terlalu tegang menghadapi ini, dan saya kira yang bikin tegang ini ada pihak lain, yang ingin kompori ada pihak lain supaya si ketua BEM ini ditangkap, ingin kompori supaya ketua BEM ini dianiaya, sehingga saya kira itu curang,” katanya.
Istilah Presiden BodohSeperti diketahui, Tiyo Ardianto juga menyebut narasi Presiden Bodoh dalam kritikannya.
- 1
- 2
- »





