jpnn.com, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) tidak sepakat dengan NasDem soal ambang batas parlemen atau parlementary treshold (PT) yang diusulkan tujuh persen.
Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN Viva Yoga Mauladi menyebut setiap partai tentu memiliki pemikiran sendiri terkait PT.
BACA JUGA: PAN & PKB Tegas Dukung Prabowo 2 Periode, PKS: Kami Belum Membahas
"Hal itu logis dan wajar saja," kata dia saat menyikapi usul NasDem soal ambang batas parlemen tujuh persen melalui layanan pesan, Selasa (24/2).
Viva Yoga mengatakan PAN selalu berprinsip pada hukum, kaidah, dan norma pemilu dalam menyikapi PT.
BACA JUGA: PAN Gulirkan Wacana Usung Zulhas di 2029, PSI: Cawapres Kita Serahkan kepada Prabowo
Prinsipnya, lanjut dia, makin tinggi nilai PT membuat representasi rendah. Banyak partai peserta pemilu sulit lolos ke parlemen.
"Sebab, makin banyak suara sah nasional tidak bisa dikonversi menjadi kursi alias suara akan hilang tertelan ombak. Banyak partai peserta pemilu tidak lolos PT sehingga suara sahnya hilang," kata Viva Yoga.
BACA JUGA: Golkar: PT 5 Persen Moderat
Data Pemilu 2009 dengan PT 2,5 persen menyatakan suara sah nasional yang tidak dapat dikonversi sebanyak 19.047.481 buah.
Selanjutnya, Pemilu 2014 dengan PT 3,5 persen menyebabkan suara hilang sebesar 2.964.975 buah atau sekitar 2,4 persen dari total suara nasional.
Kemudian, kata Viva Yoga, Pemilu 2019 dengan PT empat persen menyebabkan suara hilang sebesar 13.595.842 buah.
Terakhir, Pemilu 2024 dengan PT empat persen menyebakan suara hilang sebesar 16.105.152 buah.
Menurut Viva Yoga, PT tujuh persen membuat banyak suara hilang dan tidak bisa terkonversi sebagai kursi di parlemen.
"Pemilu akan makin disproposional, sehingga menyebabkan pemilu tidak berintegritas, berkualitas, dan jauh dari kedaulatan rakyat," ujarnya. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Golkar Kukuh Ingin PT 5 Persen
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan




